Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Thursday, August 22, 2013

Meski Hanya Separuh

"Jangan biarkan semangatmu kendur, kecuali bila engkau siap terlambat.
Mentari tak kan berjalan mundur, namun langkahmu dapat dipercepat"

"Bila tak dapat kau raih seluruhnya, terimalah meski hanya separuhnya.
Selagi dapat kau gapai sebagiannya, tak patut kau abaikan semuanya".

"Mulailah harimu dg nama Tuhan, landasi karyamu dg keikhlasan.
Jauhkan diri dari banyak keluhan, semoga jerihmu beroleh balasan".

"Setebal apa pun awan berarak, tak dapat ia memadamkan sinar mentari.
Andai kakimu sulit bergerak, percayalah itu hanya mainan hari".
Image Source: rezapebrianhardika.wordpress.com
"Jangan lemah dan jangan lengah, jangan resah jangan gegabah,
Siapa berjuang tak mengenal lelah, bertabur anugerah berhias barokah"





Source: Thoriqohalfisbuqi alkufi

Friday, August 9, 2013

Selamat Idul Fitri, Hati

Selamat idul fitri, wahai mata..
maafkanlah aku, selama ini kau hanya ku gunakan,
melihat kilau comberan.

Selamat idul fitri, wahai telinga..
maafkanlah aku, selama ini kau hanya ku sumpali,
rongsokan kata sumpah serapah nista.
Image Source: ibnuyusofaljufrie.blogspot.com

Selamat idul fitri, wahai mulut..
maafkanlah aku, selama ini kau hanya ku jejali,
dan ku buat untuk memuntahkan kotoran, sumpah serapah penuh fitnah.

Selamat idul fitri, wahai tangan..
maafkanlah aku, selama ini kau hanya ku gunakan,
untuk mencakar-cakar kawan, dan berebut remah-remah murahan.

Selamat idul fitri, wahai kaki..
maafkanlah aku, selama ini kau hanya ku ajak,
menendang kanan-kiri dan berjalan di lorong kegelapan.

Selamat idul fitri, wahai akal budi..
maafkanlah aku, selama ini kau kubiarkan terpenjara sendiri.

Selamat idul fitri, wahai diri..
marilah menjadi manusia kembali

Friday, July 5, 2013

Simpan Air Matamu

Sajak Jangan Habiskan

Kawan, jangan habiskan air mata menangisi seseorang
yang jangan-jangan tidak pernah menangis untuk kita

Jangan habiskan waktu memikirkan seseorang
yang boleh jadi tidak pernah memikirkan kita

Hidup ini memang kadang ganjil sekali,
Ada milyaran orang, tapi kita menambatkan hati
Ada berjuta kesempatan, tapi kita memilih satu saja

Hidup ini memang kadang rumit sekali,
Ada banyak hari esok, tapi kita tidak beranjak
Terlalu banyak hari kemarin, tapi kita terus terbenam

Aduhai, hidup ini memang kadang menyebalkan sekali,
Ada begitu banyak tempat, tapi kita masih di situ-situ saja
Ada begitu banyak pilihan kendaraan, tapi kita tidak segera naik
Masih saja di sana. Menatap kosong kesibukan sekitar.

Sungguh, jangan habiskan waktu kita
Untuk seseorang yang tidak pernah tahu
Bahwa kita menghabiskan waktu demi dia.




*Tere Liye

Friday, June 14, 2013

Istikhoroh (Tidak) Menipuku

Terimakasih Syaitan
Mungkin Saja Engkau Telah Mengaburkan Istikhorohku

Tak pernah terbersit sedikitpun untuk memilikinya
Karena memang sudah ada yang semacamnya
Hanya saja istikhoroh, menunjukkannya tepat di muka
Ia menyendiri dan berbeda

Dekat dan sangat dekat
Awal yang tak ada rasa, berubah menjadi ketagihan tak terkira
Akhirnya, tergiur penasaran ingin menyapa

Beristikhorohlah, bagaimana cara mendapatkan ia seutuhnya

Menjawablah pilihan pertama, kalau tak bisa menjadi lebih baik
Maka tak akan pantas mendapatkannya

Jadi, perubahan harus dilakukan!!

Namun.. perubahan tak sesuai harapan

Akhirnya malah memaksa diri, sampai batas kemampuan
Sampai menyerah dan putus asa
Dan masih tak mampu merubah diri untuk menjadi yang lebih

Sementara saat menyerah, saat itu pula rasa kehilangan terasa
Kehilangan karena terlanjur ditinggal pergi
Kehilangan karena pernah merasa memiliki

Menjawablah pilihan kedua
Jika tak bisa menjadi lebih baik, maka ikhlaskanlah

Daripada memaksa diri
Ternyata..lebih mudah untuk belajar ikhlas tak perduli
Ikhlas kepada sesuatu yang memang tak pernah dimiliki

Dimana letak sukarnya??

Aku disini malah bersemangat merubah diri!!


Terimakasih ku ucapkan kepada:
  • tiga ular yang menghadang jalan siang ini
  • anak kecil yang berucap "aku tak mau pergi jika tak dibekali"
  • sahabat yang bingung akan modal usaha dan mengajak berdiskusi
  • dan kepada istikhoroh yang diniatkan untuk malam nanti
Bahwa hidupku di sini hanya sementara, bisa saja seekor ular itu menjadi penutup akhir buku ceritaku kali ini
Khawatirku sangat mendalam, jika aku telah pergi dan tak membawa bekal amal apa-apa.
Akhirnya hidup itu memang perlu diperjuangkan


Beribadahlah.."seolah" engkau akan pergi esok hari
Dan bekerjalah.."seolah" bus jemputanmu masih mogok di pertigaan BRI
Dan Terus bekerjalah.."seolah" kreditanmu tak pernah bisa engkau lunasi
Dan ikhlaskanlah..karena "memang" engkau tak pernah memiliki


Salam Santun Menyejukkan

Saturday, March 30, 2013

Cinta Versi Guru Tahsin

CINTA VERSI GURU TAHSIN
 Alhamdulillah selasa kemaren, baru khatam juz 7 yanbu'a
Jadi banyak yang mengena kalimat gombal di bawah ini
Salam berbagi :D
Source Image: berserakan di fanspage FB

Saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan saktah, hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar.

Aku di matamu mungkin bagaikan nun mati di antara idgham billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada.

Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti idzhar, jelas dan terang.

Jika mim mati bertemu ba disebut ikhfa syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta.

Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti idgham mutamaatsilain, melebur jadi satu.

Cintaku padamu seperti mad wajib muttasil, paaaaaling panjang di antara yang lainnya.

Setelah kau terima cintaku nanti, hatiku rasanya seperti qalqalah kubro, terpantul-pantul dengan keras.

Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.

Sayangku padamu seperti mad thobi'i dalam Quran, buaaanyak banget.

Semoga dalam hubungan, kita ini kayak idgham bilaghunnah ya, cuma berdua seperti lam dan ro'.

Meski perhatianku ga terlihat kayak alif lam syamsiah, cintaku padamu seperti alif lam qomariah, terbaca jelas.

Kau dan aku seperti idghom mutaqooribain, perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya.

Aku harap cinta kita seperti waqaf lazim, terhenti sempurna di akhir hayat.

Layaknya huruf tafkhim, namamu pun bercetak tebal di fikiranku.

Seperti hukum imalah yg dikhususkan untuk ro' saja, begitu juga aku yang hanya untukmu.

Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti mad aridlisukun.


Source: akun fb Rizki Adi Prianto
:D

Monday, January 21, 2013

Sudah 23 Tahun, Tapi..

Dan sekarang aku sudah 23 tahun, dan aku masih..23 tahun
Aku sudah 23 tahun, dan aku masih dianggap perjaka karena belum menikah
Aku sudah 23 tahun, dan aku masih selalu bingung mencari teman untuk menghadiri undangan
Aku sudah 23 tahun, dan aku masih ikut menyantap sarapan pagi bersama keluarga tercinta
Aku sudah 23 tahun, dan aku masih menangis bila melihat kucing kesayangan sekarat keracunan
Aku sudah 23 tahun, dan aku masih tak terbiasa bangun lebih pagi dari alarm kamar tetangga sebelah
Aku sudah 23 tahun, dan aku masih tak tahu waktu yang tepat untuk saatnya mengisi bak mandi
Aku sudah 23 tahun, dan aku masih menaiki kendaraan seperti lalat beterbangan tanpa arah
Aku sudah 23 tahun, dan aku masih tak tahu arah selain arah kembali pulang ke rumah

Aku sudah 23 tahun, dan aku masih suka mencari tulisan “coba lagi” dalam sebungkus makanan ringan
Aku sudah 23 tahun, dan aku masih memegang kombinasi sendok rumah makan dengan tidak standar tablemanner
Aku sudah 23 tahun, dan aku masih belum tahu caranya memencet tombol untuk naik lantai di atas 9 di dalam lift
Aku sudah 23 tahun, dan aku masih sebagai penjenguk yang salah menduduki tempat duduk pasien di rumah sakit
Aku sudah 23 tahun, dan aku masih suka terpeleset lupa berpegangan menaiki elevator plaza
Aku sudah 23 tahun, dan aku masih kebingungan membedakan kursi VIP di ruangan bioskop
Aku sudah 23 tahun, dan aku masih belum tahu cara menghidupkan alat untuk mengeringkan tangan di kloset hotel
Aku sudah 23 tahun, dan aku masih cuma mengetuk dan mengintip kotak amal yang biasa berdiri di depan tempat wudlu laki-laki
Aku sudah 23 tahun, dan aku masih bingung mencari tempat pemberhentian bus yang tepat
Aku sudah 23 tahun, dan aku masih melambaikan tangan dan pura-pura tak mengerti arti simpul tangan seorang petugas parkir

Aku sudah 23 tahun, dan aku masih menemui mesin ATM yang berbunyi aneh dan ditunggu namun tak juga mengeluarkan kertas berharganya
Aku sudah 23 tahun, dan aku masih bingung untuk tidak memakan pengeras suara dan cukup untuk memegangnya saja tanpa gemetaran
Parahnya aku sudah 23 tahun, dan aku masih menyaksikan dan menghitung secara "live", berapa jumlah personel Shaun the Sheep sebenarnya

Aku sudah 23 tahun, dan aku masih kesulitan menulis dengan kalimat yang runtut
Aku sudah 23 tahun, dan aku masih belum bisa menyuarakan fikiranku tanpa kata terbata
Aku sudah 23 tahun, dan aku masih mengeluhkan keadaan daripada apa yang bisa kuperbuat

Aku sudah 23 tahun, dan aku masih belum tahu cara memperlakukan wanita dengan sepantasnya

Aku sudah 23 tahun, dan aku masih belum dewasa

Aku sudah 23 tahun, dan aku masih... di 23 tahun..
Aku masih 23 tahun, berarti masih punya waktu.. tuk memperbaiki diri..

Semoga aku masih menemui 24 tahun. ????

Wednesday, January 2, 2013

Cintamu Teruntuk Dia

Masih terasa hangat
Mengalir dari perasaan hati
Perlahan menyeruak
Tanpa sebab berteriak teriak
Seolah takut tiada pendengar
Seolah begitu khawatir
Tak terkira jauh hati berjarak
Engkau menatapnya begitu ceria
Seolah ada yang menarik dari wajahnya
Kurasa ada yang berbeda
Namun ku berpura tak sedang peduli
Dan engkau menatapnya begitu ceria
Seperti tatapanmu padaku dulu kala
Bersinar terasa jernih menyapa
Tak rela bila tatapan itu terbagi
Engkau menatapnya begitu ceria
Seolah tak tampak lagi diriku di sana
Hilang keteguhan untuk berdiri lebih lama
Mungkin lebih baik bila ku pergi

Sepertinya ku terjebak
Di kerumunan cinta yang teruntuk dia

* my fictitious scratch :)

Friday, December 14, 2012

Ku Masih Menyerah..

Sepertinya waktu ingin mengajak bermain teka teki
Tak banyak yang dipertaruhkan
Mungkin sebatas salah dan malu
Tapi enggan menebak
Menyerah sudah..
Hanya diam melihat putaran dadu
Tak hendak mengira-ngira
Meskipun giliran telah tiba
Semakin menyesakkan dalam ragu..
Keyakinan menghilang tergoyahkan masa
Mau jalan pun,
Tak ada yang pantas dipertaruhkan
Menyisakan keyakinan bodoh nan dungu
Bila berharap seperti undian..
Menang, memang tak disangka..
Bila tak menang, tak perlu lagi mencoba..
Toh tak hilang barang seberapa..

Dungu..
Toh kau pun tak punya apa-apa
Dan akhirnya tetap begitu..
http://nadianovita.wordpress.com/2011/03/22/kata-orang-istilahnya-the-end/

Tuesday, October 30, 2012

Pena Ini Berdusta Lagi

From my old fb
October 28, 2011 at 8:50 pm
http://www.superbwallpapers.com/photography/colored-pencils-6423/
Hembusan nafas yang telah terbiasa membisikkan kata
Sampai kini terus menapakkan kaki bergerak meski perlahan
Karena semestinya bagi langkah ini tak ada kata boleh berhenti
Agar pena juga tak berhenti menorehkan tinta di setiap cerita
Menulis bisikan kata dari setiap hembusan nafas yang tersisa
Melukis bentuk terindah dari setiap senyum yang terus menyapa
Mengarsir sendu dalam bentuk awan yang akan pasti berlalu

Lembaran demi lembaran cerita takdir telah terbaca
diantaranya kisah ceria yang membuat bangga hati
Begitu pula dengan janji kehidupan yang masih tak teringkari
Berbaur dengan kesedihan saling menghiasi bak pelangi
Sampai mana akhir cerita ini kan bermuara
Harapku selalu, aku masih berada di awal cerita

Biarlah yang berlalu tersimpan dalam peti hati
Jangan biarkan membuka bila membuat tersakiti
Jadikan sebuah makna untuk lebih berhati hati
Agar tak selalu berada di jalan yang penuh duri
Agar indahnya hidup dapat ditemui berulang kali
Source Image
http://www.superbwallpapers.com/photography/drinks-11344/
Pernahkah pena berbohong dalam coretan maknanya
Atau menulis cerita yang tak ada artinya
Berulang kali, mungkin itulah jawabannya
Karena dengan hal itu, mampu menghibur hatinya

Hari berganti hari dan masa terus berlalu
Memberi kesadaran jika  hidup itu tak harus menunggu
Namun jangan pernah lalai, dan jangan selalu terburu-buru

Ah pena ini berdusta lagi..
Tapi biarlah..mungkin bisa dimengerti..

Diam ini tak berarti menanti

Wednesday, October 24, 2012

Terpesona Keindahan Dunia


Sebuah munajat dari seorang teman..

Source Image
http://ambo21.blogspot.com/2011_08_01_archive.html

Ya Allah kenapa Engkau menampakkan keindahan dunia di hadapanku,
Sekarang dunia berhias di hadapanku, 
Aku takut ku terpesona oleh keindahannya,
Sehingga hatiku menjadi jauh darimu,
Menjadi lupa padamu,
Sehingga pikiranku semakin dangkal,                                                                          

Ya Rabb, Allahumma aghitsna fil khoir,
                
 أَنْتَ الْحَقُّ،
 وَوَعْدُكَ الْحَقُّ،
 وَقَوْلُكَ الْحَقُّ،
 وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ،
 وَالْجَنَّةُ حَقٌّ،
  وَالنَّارُ حَقٌّ

Engkau benar, janji-Mu benar,
Firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar,
Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada)

Antas sami'ul 'alim, Anta Robbi, 
Yaa Allah laa ilaaha illaa Anta, 
Subhanaka inni kuntu minadz dzolimin, 
http://pasulukan.wordpress.com/category/relaksasi/renungan/page/11/

Ya Rabb, Jangan Engkau putus cintaku pada-Mu, 
Jangan putus cintaku pada kekasih-Mu SAW yang mulia,
Tolong jauhkan, jangan biarkan hatiku dihinggapi kesombongan,
Kedengkian, ketamakan, kesyirikan, ria', takabur, ujub, kepelitan, dan
Segala rasa yang menyebabkan aku jauh dari-Mu dan rasul-Mu, Ya Rabb
Ya Allah, aku hanya punya Engkau di dunia, 
Semua tidak memihak kepadaku, kecuali Engkau dan rasul-Mu, 
Tolong aku ya Rabb,
Jadikan aku seorang hamba yang ikhlas,
Amin

Monday, October 22, 2012

My Birthday: Are you 23?

Segala pujian kuhaturkan pada-Mu, Tuhanku, Tuhan seluruh alam. Atas segala nikmat yang dianugerahkan untukku, dan untuk nafas yang masih kuhembuskan sampai saat ini. Aku ingin berucap syukur, bersama dengan seluruh anggota tubuhku, urat nadiku, aliran darahku agar senantiasa selalu mengingat asma-Mu. Sebaik-baik asma dari berbagai asma yang ada di langit dan di bumi.
Kuhaturkan doa, sholawat dan salam, bersama seluruh makhluk bernafas pun makhluk tanpa nafas, para penghuni langit, para malaikat, bersama-sama dengan perintah-Mu, kami berdoa, semoga rahmat dan salam-Mu tetap tercurahkan atas insan pilihan-Mu, utusan bagi seluruh alam, Nabi junjungan kami, sayidina Muhammad saw. Kami tahu dan meyakini, sungguh betapa beruntungnya umat yang tergolong umat beliau, maka jadikanlah kami, ya Tuhanku, termasuk ke dalam golongan itu. Amin

http://arikha.wordpress.com/2011/08/
Amma ba’du
Sungguh nikmat tiada terkira, aku masih bisa melangkahkan kaki di bumi hari ini. Ya, tepat di hari ini, di bulan ke 10 dari tahun penanggalan masehi, telah ditetapkan dalam catatan langit sebagai hari lahirku. Hari dimulainya lembaran baruku, lembaran-lembaran bersih yang boleh aku isi dengan  beragam cerita. Terlahir ke dunia, bagiku seperti merasa termasuk dalam salah satu ciptaan-ciptaan yang sempurna. Diikutkan sebagai keturunan makhluk yang pernah menghuni surga. Ku keturunan Adam Hawa, dan bukan dari burung, ikan, ataupun hewan melata. Dan bagai seorang raja keluar dari altarnya, yang selalu diiringi suara riuh nada kebesaran, Suara  adzan itu mengiringiku, yang dulu masih belum tahu akan tugas berat menanti. Sebagai seorang pemimpin, sebagai kholifah fil Ardhi, sebagai makhluk yang dibekali akal dan berhati lengkap dengan tugasnya yang akan dipertanggungjawabkan sendiri sendiri.
Sampai hari ini, sudah tepat 23 tahun ku memegang buku cerita. Telah banyak kisah yang kutulis di sana, lembaran kosong pun telah berwarna warni penuh coretan tinta. Ada suka maupun duka, ada bahagia maupun lara. Sama seperti cerita pada umumnya. Kuhadapi meski tidak semua. Ku tabah bersabar ketika duka lara dan tak jarang pula keluh kesah mengiringinya. Ku bersyukur atas segala karunia namun tak sedikit pula ku seringkali lupa. Begitulah alur kehidupanku, kadang iblis meraja dan terkadang malaikat menaungkan sayapnya. Namun ku tetap berusaha. Dengan izin-Nya.
http://www.distantcreations.com/blog/2009/01/05/are-you-23-disneys-mysterious-d23-web-site-countdown/
Di hari ini bertambah angka umurku, namun di hari ini pula, berarti telah berkurang masa ajalku. Ada pengurangan di setiap bertambahnya umur ini. Telah gugur daun satu persatu sebagai ibarat umurku. Entah berapa jumlah keseluruhan daun di pohon itu, yang jelas pohon itu cuma satu. Kesempatanku hidup cuma satu, dan sekali. Tak akan ada kesempatan untuk mengulangi. Sehingga bila banyak kesempatan yang terlewat, banyak pula kesempatan yang menunggu untuk diperbuat. Namun setelah hari ini, terasa semakin berkurang kesempatan itu, untuk menyiapkan bekal perjalananku. Nyatanya bekalku seperti masih belum cukup untukku melakukan perjalanan panjang. Ya Tuhan, bagaimanakah bila ku harus mempertanggungjawabkan bila sudah sampai masa penjemputan..
Telah diperdengarkan untukku sedari dulu bahwa, barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, mereka adalah orang yang merugi. Bagaimanakah dengan diriku?? Bahkan mungkin saja hari ini tak lebih baik dari kemarin?? Padahal waktu semakin berlalu, dan ku masih saja tak memperbaiki langkahku. Berapa banyak kesalahan yang telah ku perbuat sampai hari ini. Berapa banyakkah dari waktuku yang lebih terisi dengan hal yang melupakan-Nya daripada mengingat-Nya. Ya Tuhan janganlah Kau jadikan aku hamba-Mu yang durhaka. Ku mengharap ridho-Mu meskipun tak ada amalku yang pantas kuhaturkan kehadirat-Mu. Ku mengharap Kau golongkan aku ke dalam golongan mereka yang tawabin wa mutatohhirin, meskipun ku sadar diri ini penuh berlumuran dengan dosa dan lalai terhadap-Mu.  Ya Tuhanku, tuntun aku menuju jalan-Mu.
Di penghujung angka 22 ku, sudah banyak yang ku raih, dan masih ada yang masih ku coba memulai. Ku tak mengharapkan yang lebih dari hidup ini. Meski  masih ada dua hal besar yang ingin kucoba gapai. Ku rasakan tubuhku sudah tak sekuat dulu, ku rasakan semangat juga tak membara seperti dulu. Sepertinya ku hanya menunggu uluran dari pertolongan-Mu. Ku hanya mengira ku belum pantas saja mendapatkan kedua hal itu. Tapi semoga saja masih ada kesempatan bagiku untuk mewujudkan keduanya. Amin..mungkin hal ini akan terdengar aneh bagi semua orang, karenanya hari ini hanya kubisikkan kepada-Mu..Engkau Yang Maha Tahu..
Hampir kulupa, terimakasihku pada mereka yang telah ikut meramaikan ceritaku, bersama mereka sepertinya ku telah mendapatkan semua yang telah ku inginkan sewaktu kecil dulu. Semua yang ingin kucapai telah kudapatkan, bersama mereka terasa lengkap semua. Benar-benar akan terasa berat bila tak ada kebersamaan dari mereka, seolah mustahil ku bisa sendiri meraih apa yang kuinginkan dulu.
http://adailmukudisini.blogspot.com/2012/05/rahasia-dibalikgugurnya-daun.html
Bila telah sampai musimnya
Satu persatu daun itu merapuh
Tertiup dan jatuh tak tertahan
Bukan karena kurang eratnya dahan
Namun itulah bunyi ketaatan
Sebujur daun yang tangguh
Untuk berguguran tanda patuh
Tak mungkin daun itu kembali
Seberapa lama pun dinanti
Namun tak perlu bersedih hati
karena bila telah sampai musimnya juga
Yakinlah akan ada daun-daun baru yang bersemi

Thursday, October 18, 2012

Langitku Manis Tersenyum

http://penulis165.esq-news.com/2011/artikel/11/29/jauh.html
Kupandangi langit malam
Langit ternampak diam muram
Tumpah ruah menoreh sekedar rasa
Menunggu, tak kunjung jumpa tetesan hujan
Ternyata langit tetap indah, meski mendung menutupi
Langit tetap indah, meski bintang tak berwarna-warni
Dan langit akan tetap indah..
Meski indahnya, tak lagi kupeduli

Kuberbisik pada langit malam
Menggebu bergema bersahutan
Mungkin langit hendak memberi balasan
Jawaban atas pesan yang kuselipkan
Namun menunggu, sampai kuterlelap tak mendengarkan
Ternyata langit tetap indah, meski tak jumpa seiris rembulan
Langit tetap indah meski gemuruh kilat menyilau memekakkan
Dan langit akan tetap indah..
Meski merdunya, hanyalah senyap kesunyian

Kupandangi langit malam
Dan kubisikkan pelan
Langit, Engkau tak seperti dalam angan
Dimana manisnya senyuman..
Dimana beningnya tatapan..
Tak kutemukan..
Engkau memang bukan langitku
Langitku..Dialah wajah manis bertabur senyuman
http://www.plurktemplates.com/content/akhwat-summer

Saturday, October 13, 2012

Ukhty: Betapa Mulia Kehormatannya

بعد الصبح
June 29, 2011 at 5:35 am
http://betheteacheroftheworld.blogspot.com/2012/08/berkutat.html
Betapa lembut hatinya
Betapa anggun tingkah lakunya
Betapa mulia kehormatannya
Betapa indah dunia karena kehadirannya

Tersanjung hati ini atas perlakuan yang diberikannya
Terlena raga ini bila mendengar teduh suaranya

Karenanya Ya Allah,
Dzat yang tidak menyiakan doa hamba-Nya..
Ku memanjatkan doa kepada Mu..
Dari rintihan seorang hamba yang menginginkan kedamaian hati..
Anugerahkanlah baginya..
Kedamaian hati yang suci..
Keistiqomahn dalam meraih ridho-Mu..

Dan jadikanlah seorang sandaran hati baginya..
Salah satu dari para mujahid pembela agama-Mu..
Yang mampu menemani berjalan beriringan bersamanya..
Dalam meniti jalan-Mu..
Yang mampu mengobati rasa kerinduannya..
Akan sosok imam penunjuk arah jalan-Mu..

Ya Rabb,
Bersyukur diri ini bertemu dengannya
Ku mohonkan semuga ia tak bersedih hati..
Sebagaimana tak tampak kesedihan pada wajah ini saat bertemu dengannya..
Meski ia bukan milikku..Kabulkanlah doaku..Amin

Friday, October 12, 2012

Satu Kata Untuk Seribu Tanya

http://jagoan-mertua.blogspot.com/2010/07/tanya.html
Seperti tak ada yang membela
Terduduk sendiri di kursi pesakitan
Seperti tak ada yang mendengarkan
Berteriak dalam kerumunan membisu
Tak tahu apa yang sedang ditunggu
Sunyi senyap meski sudah diucap
Seperti tak ada jawab

Lama termenung menanti harap
Bersandar mata yang lama tak saling bertatap
Merebahkan jiwa yang lama tak saling bersapa
Menerbitkan seribu tanya dalam hati
Terabaikan ataukah tak ada empati
Membelenggu, mengantarkan sebuncah ragu
Masih adakah di sana ruang rindu?

Satu kata untuk seribu tanya..
Entahlah..


??

Tuesday, October 2, 2012

Perpisahan Bukanlah Cinta

Terdiam Karena Tersesat dalam Lamunan
March 27, 2012 at 10:13 pm

Cinta..yang indah dan bahagia..
Mempesona setiap hati yang bersua dengannya..
Menghampiri dan rasa nyaman bersamanya..
Membuat ingin mengerti setiap gerik langkahnya..
Tak terasa pandangan saling bertemu dan indah rasanya..
Dan menerbangkan hati, melayang tak tentu arahnya..

Setiap kali berjumpa, seolah hanya dia yang terlihat di mata..
Kemegahan dunia beserta keindahannya kian terasa..
Bintang gemintang pun seolah tunduk bersinar mengitarinya..
Apapun akan terlihat indah seolah turut mengiringinya..
Meskipun sebenarnya, tak sebanding dengan keanggunan kedatangan dirinya..
Cinta..

Indah dan bahagia, namun..
Teresapi sebuah makna kepergian, dari setiap kedatangan..
Yang berarti akan ada perpisahan dan tak bisa terus dipertahankan..
Ia akan tetap pergi, meski beribu kali dikata agar tetap tinggal..
Boleh jadi sebuah kepasrahan ataupun keterpaksaan..
Mengingatkan akan waktu yang terus berjalan, apapun yang jadi penghalang..
Karena "berpisah dan bertemu hanyalah masalah waktu dan keberadaan semata"

Bukankah cinta juga demikian??
Perpisahan bukanlah cinta..mungkin sebaliknya,
Dan tiap kali hampir mendekati jawabannya..
Sayang sekali..selalu saja terlepas lagi..

Sumber gambar
http://akuperempuanlangit.blogspot.com/2010/02/dua-orang-asing-di-atas-karang.html
*-----*
Duhai Dzat yang mempertemukan dan memisahkan..
Diri ini ingin bertanya, meski tak pantas seorang hamba mempertanyakan titah rajanya..
Kenapa tumbuh di hati ini rasa cinta??
Dan tersadar pula fikir akan kepedihannya..
Yakin bila diri ini mendapatkannya, pastilah akan tak berkenan meninggalkan nantinya..
Menambah rasa terpaut untuk tetap memilikinya..
Padahal waktu yang dijanjikan pastilah kan tiba..

Duhai Dzat yang mengetahui ruang hati setiap hamba..
Diri ini iri terhadap mereka, yang mampu menahan cinta tuk tak masuk sampai ke dalam hati..
Cukuplah tergenggam, dan tak menjadikan terpaut karenanya..
Karena mereka tahu, hanyalah Engkau..
Dzat yang pantas untuk berpaut dan bergantung..
Diri ini berharap sebagaimana mereka berharap:
Semoga hanya cinta-Mu dan cinta rasul-Mu yang selalu mendapatkan ruang terbesar dalam relung hati kami..

*-------*

Wednesday, September 26, 2012

Putri Malu

Putri Malu
February 11, 2011 at 11:29 pm

Sungguh begitu indah ia bila dipandang..
Ia selalu menyambut teriknya mentari, denagn senyuman..
Ia begitu menawan saat bergerak mengikuti desiran awan..
Tak banyak orang tahu, dialah bunga di lebatnya padang rerumputan..

Putri malu, tanaman di sekitar menyebutmu..
Kau tersenyum menatapku..
Sebuah senyuman manis yang membuat aku berpaling dari duniaku..
Tak terkira betapa indahnya hal itu..
Dan kan terus ku ingat di sepanjang hari-hariku..

Namun tak berarti aku akan melangkah lebih dari itu..
Cukuplah senyuman yang kau berikan setiap waktu padaku..
Menjadi kebahagian tersendiri bagiku..
Ku takkan mengusikmu..
Ku kan menahan diri untuk menyentuhmu..
Tak semestinya seorang pengagum keindahanmu..
Juga yang akan menjadi perusak dirimu..
Ku tak mau kau tersakiti karena ku..

Tetaplah engkau tersenyum menyambut mentari..
Putri malu..

Friday, August 24, 2012

Sampai Jumpa Lagi

Masih kelu, terpaku..
Mungkin hati yang mendekat..
Memaksa lisan membisu..
Memasuki alam lamunan nan jauh..
Yang dekat, menyuruh mencoba tersesat..
Mungkin perasaan kita tak jauh beda..
Apa hendak mau dikata..

Aku sudah sampai di sini..
Mendekatlah di pelukku..
Aku di sini mendekapmu..
Kita nikmati angin malam dan kedinginan yang berseteru..
Kita curi kehangatan dari butiran malam yang membeku..
Tuk dikembalikan satu persatu, di ruang hati..
Yang selama ini, sungguh sangat tercabik rindu..

Memendam semua kekhawatiran masa lalu..
Meski kita tahu, hanya sedikit kesempatan kita bertemu..
Tapi malam ini..denganmu..
Hilanglah semua keraguanku..
Tak mau melepas lagi..
Kita perlambat waktu..
Perlahan menerbangkan hati..

Lihat bintang jatuh di sana..
Bukankah itu kapas yang melayang??
Uh..Andaikan waktu selambat itu..
Namun, jangan berharap lebih lagi..
Kita sisakan kebahagiaan ini untuk esok hari..
Merajut sedikit demi sedikit benang kasih ini..
















Dan sampailah akhirnya..lidahku tak kelu lagi..
Bila akan berucap mohon undur diri..
Menitipkan separuh hati, menemanimu..
“Sampai jumpa lagi”

Ketiadaan Kata Cinta

Ku mengertinya lewat kata..
Inginnya, pintanya, dan terimakasihnya..
Padanya kutulis surat rinduku..
Restuku pada kata pengantar artiku..














Tapi andai saja ku tak mampu berkata..
Haruskah pula cinta dengan bersandar kata..

Mungkinkah yang membisu mengungkapkannya..
Ku cintaimu..
Ku rinduimu..
Dengan tanpa kata, dan mungkinkah ia menyadarinya..
Getar cinta itu..
Lantunan merdu itu..
Begitu syahdu..
Kata, mungkin bukan satunya ungkapan cinta..
Tapi ketiadaannya, ketidaktahuan cinta..

Dimanakah cinta..
Bagaimana hendak memanggilnya..
Menyapanya adalah kepalsuan, tanpa kata..
Menulisnya adalah kebekuan dalam sahara..
Tanpanya layaknya dusta..
Hmm..Alasan semata..

Masa masa terlewat tanpa kehadirannya..
Sepi..
Kesepian ingin berteriak..maksud memanggil..
Dimanakah engkau..kabarmu disana..
Hmm..Alasan semata..
Seolah telah sangat lama..
Bersama..sepi ini..
Lantas bagaimana mengabarinya, tentang siapa temanku disini..

Hmm..Andai kata tak ada..
Mungkin cinta, punya seribu cara mengungkapkannya..

Wednesday, July 4, 2012

Aku dan Pengkhianatan Kataku


Sekitar 2 tahun lalu, saya pernah menulis sebuah ungkapan. Lancar sekali saya menuliskannya, (mungkin karena ditemani sebungkus Mild :D) tertulis judulnya adalah “Aku dan pengkhianatan kataku”. Jadi teringat, kalau saya waktu itu ingin menuliskan perasaan sedih (galau :D) yang sudah terjadi berhari-hari. (Haha Laki pun bisa galau lo wkwk). Za begitulah, karena kadang saya sendiri ragu, apakah saya benar-benar laki-laki..wkwk


Back to the point, dan ternyata eh ternyata..ketika saya beres-beres kamar (kamar saya tidak beres) dan bersih-bersih, tak terduga saya menemukan catatan ini (ungkapan sedih ini). Dalam keadaan terlipat, tertulis di lembaran yang kotor. Saya baca-baca...dan...jadi teringat tempo dulu..begitu sedih begitu piluuu. wkwk
Tapi yang terjadi hari ini, beda...saya malah tersenyum dan tertawa membacanya..wkwk

Apa yang saya catatkan dulu adalah ungkapan sedih, dan ketika saya membacanya sekarang. Sedihnya telah hilang dan tinggal lucunya yang kelihatan..wkwk :D

Ternyata ada benarnya, apa yang dituliskan seorang teman, yang kurang lebih begini:
“Sesedih-sedihnya dirimu di hari kemarin, bisa jadi leluconmu untuk hari ini.
Jadi tak apalah dirimu bersedih hari ini, mungkin saja akan menjadi bahan tawamu di suatu saat nanti.”

*Berikut tulisan yang saya buat dulu, (saya erase sebagian)

Aku dan pengkhianatan kataku, pilihan antara air mata dan asap














Tak ada yang ingin aku katakan,
Bahkan tak ada yang bisa keluar dari mulutku
Akhirnya q bakar mulutku dengan asap
Berharap semua yang ada akan terlihat
Semua yang tersembunyi kan tersingkap
Semua yang tertahan kan terbebaskan
Semua yang tersimpan keluar tanpa hambatan
Bersama asap yang mengepul dan yang terbebas
Fuuuh
Fikirku..


Itulah aku sekarang..
Telah kusesali diriku
Yang tiada kata terucap dari mulutku
Dan hanya air mata yang mengerti perasaanku


Karenanya, aku pernah kehilangan
Seorang ratu yang elok nan anggun (*****)


Karenanya, semua berlalu tanpa mampu kufahami
Manisnya senyuman dan kasih sayang (** **)


Kucari kata yang tepat
Dan kan terucap tapi tertahan
Oleh waktu yang selangkah di depanku
Ataukah karena memang lambatnya kataku
Tak terucapkan saat dia masih disisi (* ***)
Kusesali..


Dimanakah ku simpan kataku saat itu
Hingga tak mampu kutemukan
Akhirnya q bertahan
Lamakah aku bertahan?
Ataukah aku memang menunggu kehilangan
Dia pergi meninggalkanku (** * *)


Mereka tak mungkin bersabar
Menanti kata yang masih belum terfikirkan
Apalagi diriku..
Bagaimanakah bisa aku tak berfikir satu kata untuk mereka..
Saat itu..


Kusesali..
Apa yang telah terjadi..
Dan apa yang akan terjadi..
Itulah aku dan air mataku..


Apa yang terjadi kan ku pahat dalam hati
Agar slalu ingat..
Bahwa hanya karena kata yang tertahan
Semua bisa terjadi


Apa yang akan terjadi
Kan kuawali dengan asap
Yang mengiringi kata perkata
Takan kubiarkan kata mengkhianati hati ini lagi
Kubungkus kataku dengan asap
Kuharapkan dia sudah tak malu lagi untuk terucap
Karena telah kuslimuti dengan hangatnya asap


Kataku, airmataku dan asap
Kuingin asap menemani kataku
Kuingin asap menyeka airmataku
Kuingin asap tak mengulang apa yang pernah terjadi padaku


Ataukah asap malah akan menderaikan airmata layaknya mendung di langit
Ataukah asap malah memberikan rasa pahit di dalam kata perkata layaknya
setetes nila


Q tak tahu..
Dan ketidak tahuanku tetap akan menuntunku kepadamu..
Asap yang mengepul
Fuuuh


Quote:
Terimakasih.. 
“Menertawakan dunia itu sungguh mengasyikkan, apalagi bila tahu caranya..”

Friday, June 22, 2012

Where are you?

I live on the memory that’s been between us..
And i call out at the top of my voice “where are you?”
Come back i’m calling you..
And i’m afraid my heart suffering me than this..
If i live my coming years this way..
You’re gone and you’re the one on my mind..
Who could compensate my heart for a moment with you..
And what is the meaning of life if not with you..
Days, that i could not describe with words..
Days, i don’t know why they passed so fast..
I miss you..

Facebook Comment