Showing posts with label Ahbabul Musthofa. Show all posts
Showing posts with label Ahbabul Musthofa. Show all posts

Tuesday, December 29, 2015

Tuhan Tak Perlu Dibela

Sekali lagi membaca kalimat yang pernah diucapkan oleh seorang guru bangsa kembali dishare di beranda. Rasanya ingin memberi komentar di bawahnya “Kalimat ini diucapkan oleh profesional, jangan ditiru di rumah!” dengan efek dikedip-kedipkan. Biar jelas kelihatan, bahwa tidak semua orang bisa bebas mengucapkan kalimat ini. menurut saya :D  

Karena ini kalimat bisa ditafsirkan jadi banyak makna. Dan setiap makna hasil tafsiran itu akhirnya bisa menjadi aksi perbuatan yang berbeda. Bahkan mungkin bisa menjadi tafsiran perbuatan yang saling bertolak belakang antara seorang dengan orang lainnya. Mending jika orang yang bertolak belakang tafsiran itu adalah “profesional”, akan bisa mereka redam dengan cara yang santun. Tapi bagaimana jika yang bertolak belakang adalah orang awam, masih bisakah mereka menyelesaikannya dengan kesantunan?

Sang guru bangsa memang profesional, beliau mengucapkan kalimat yang profesional itu bisa jadi untuk menutupi banyak jasa-jasanya dalam bidang agama. Sikap tawadhu’ atas banyak hal yang beliau sumbangkan untuk kebangkitan bangsa ini. Tak terhitung perjuangan beliau yang sekarang bisa kita rasakan. Dulu tak sedikit yang mencemooh perjuangan beliau, bahkan sampai  beliau dimakzulkan. Tapi satu-persatu perjuangan untuk agama dan bangsanya itu kini terlihat hasilnya. Dan masih dengan rendah hatinya, atas perjuangan dan pembelaan itu beliau berucap “tuhan tak perlu dibela”. Alfatihah.

Oh tuan..tuan sungguh mulia. Sungguh banyak pembelaan untuk agama dan bangsa tuan lakukan. Dan tuan seperti tak menganggapnya seperti pembelaan yang berharga. Tuan masih berucap seolah masih belum melakukan pembelaan apapun untuk agama dan bangsa ini. Oh tuan..Berapa banyak perjuangan lagi yang sudah tuan lakukan dan tidak tuan sebutkan. Dan membiarkan kami menerka-nerka sendiri hikmah dari apa yang tuan lakukan. Sebenarnya buah kemuliaan tuan sudah menjulang ke langit, dan dengan ucapan rendah hati itu, tuan menyempurnakannya agar tetap ada akar yang menjulur rendah sampai ke bumi.

Tapi kadangkala saat melihat ada yang menulis di berandanya “tuhan tak perlu dibela”. Dan umurnya masih muda. Seperti saya :D . Oh betapa ngerinya :D

Oh pemuda..sudah berjumlah berapakah perjuangan untuk bangsa yang pernah engkau lakukan? 
Sudah tuntaskah kewajiban agama yang berada di pundakmu engkau tunaikan, wahai sang pemuda?

Dengan mengucap demikian di berandanya, seolah merasa lepas tanggung jawab untuk membela agama dan bangsanya. Katanya agama sudah dibela oleh Tuhannya. Dan Tuhan sang Maha Kuasa tidak memerlukan bantuan dari makhluk-Nya. Mana mungkin Tuhan butuh pembelaan?

Oh kawan.. bukan begitu kelanjutannya.

Lantas untuk apa manusia diciptakan?

Tuhan memang tidak perlu yang demikian, tapi kita yang ditugaskan..

Pembelaan dan ibadah kita memang tidak diperlukan Tuhan, tapi bagaimana lagi kalau kita yang memang diberi kewajiban yang demikian..

يأيها الذين ءامنوا كونوا أنصار الله ...  
Ash-Shaff : 14



Marilah setidaknya kita contoh guru bangsa kita.

Al fatihah







Monday, June 30, 2014

Habib Syech Vol. 10 Kisah Rasul

Sejak rilis bulan Januari 2014 di Malaysia kemarin, album Habib Syech yang ke 10 ini langsung bisa diunduh lewat situs berbagi musik. Namun karena masih belum mengerti cara jual beli online, akhirnya menunggu kalau saja ada link untuk versi unduh gratis. hehe..karena penulis juga sudah jarang bisa berselancar ke dunia maya, jadi baru kemarin bisa menemukan link download album ini. 
 Image Source: syechermaniabrebes.blogspot.com
Sebenarnya album ke 10 yang berjudul Kisah Sang Rasul ini beberapa diantaranya sudah dilantunkan secara live oleh sang Habib. Sehingga tidak sedikit para syechermania yang merekam versi live dan kemudian menguploadnya. 

Tapi namanya selera, penulis merasa ada yang kurang bila mendengarkan versi live dengan versi CDnya. Sehingga biarpun sudah sejak lama bertebaran link album ke 10 ini yang diupload oleh rekan-rekan syechermania, tapi kebanyakan masih dalam versi live. Hanya ada dua blog yang kemarin penulis temukan dan kunjungi, alhamdulillah mendapatkan versi yang High Quality.


Dan berikut ini koleksi album Habib Syech vol. 10 Kisah Rasul
No.
Judul
1.
2.
3.
4.
5.
6.


Link download semuanya di rockdizfile.com karena lebih cepat. Bagi yang kesulitan, ada juga yang di 4shared. klik di sini

Dan ucapan terima kasih untuk mereka yang telah berbagi. Thanks to dex_nila and sholawatku. Semoga bermanfaat.

Peringatan!

Mohon untuk tidak mengkomersilkan konten mp3 album Habib Syech ini.
Untuk mendapatkan hasil terbaik, belilah selalu CD ASLINYA
Harga sekitar Rp. 25.000,00 bisa melalui Syecher Mania Store (Toko Online).

Sunday, November 17, 2013

Haul Pondok Peta November 2013

Haul Pondok PETA (Pesulukan Thoriqot Agung), Haul Hadlrotusyaikh Mustaqiem bin Husein, Nyai Hj Sa’diyah binti H Rois dan Hadlrotusyaikh Abdul Djalil Mustaqiem. Juga sebagai sarana silaturahmi jamaah thoriqot Syadziliyah setiap tahun yang diadakan di Tulungagung, Jawa Timur.
Habib Umar Muthohar

Acara dilaksanakan pada hari Ahad, 10 November 2013 di ndalem pusat kota Tulungagung
Image Source: http://sultanagung78.com/

Berikut ini taushiyah yang bisa diunduh dalam format mp3 (Thank's to Badrus Salam) :


  1. Haul PETA 2013 - Ceramah Habib Naufal Solo.mp3
  2. Haul PETA 2013 - Ceramah Habib Umar Muthohar.mp3
  3. Haul PETA 2013 - Manaqib Syeh Abdul Djalil Mustaqim.mp3
  4. Haul PETA 2013 - Manaqib Syeh Abi Hasan Assyadzili.mp3
  5. Haul PETA 2013 - Manaqib Syeh Mustaqim Bin Husain.mp3
  6. Haul PETA 2013 - Sambutan Panitia.mp3



Haul Pondok PETA 2012 klik disini
Download via 4shared
Cara download yang cepat klik di sini.
Semoga Bermanfaat
:)

Saturday, November 2, 2013

Tabligh Akbar Lirboyo Kediri 2013

HADIRILAH TABLIGH AKBAR MUHARRAM 1435 H & GEMA SHALAWAT 

bersama Majelis Muwasholah baina Ulama wal Muslimin
insyaallah akan dihadiri oleh:
1. Habib Salim bin Umar bin Hafidz (Hadramaut - Yaman)
2. Habib Segaf bin Hasan Baharun (Pasuruan - Jatim)
3. Habib Muhammad al Habsy (Solo - Jateng)
4. Habib Jamal bin Thoha Ba'agil (Batu - Jatim)
5. Habib Sholeh al Jufri (Solo - Jateng)

tanggal : Sabtu malam Ahad tanggal 30 November 2013
tempat : di Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur
pukul : 18:00 wib sampai selesai




Tuesday, October 29, 2013

Kebersamaan Yang Tak Meninggalkan Kesan

Salah satu cara menimbulkan cinta juga adalah dengan seringnya bersama.
Dalam istilah jawa “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”

Banyak diantara kita yang jatuh cinta kepada orang-orang yang berada di sekitarnya karena seringnya bersama. Pergi sekolah sama-sama, pulang sama-sama, mengerjakan tugas bersama, bahkan dihukum pak guru pun bersama.

Atau karena sering bertugas bersama pun dapat menimbulkan rasa cinta.

Betul??

Namun tentunya kebersamaan yang dimaksud adalah kebersamaan memiliki nilai atau dengan istilah di film bad boys "Quality Time".
Kebersamaan yang tidak menimbulkan kesan apapun tidak juga menimbulkan rasa cinta, seolah angin lalu.

Ada tetapi tiada lebih kurang begitulah katanya.

Nah, diantara kita ada yang sudah berusia 50 bahkan 60 tahun, itu artinya sudah sekitar 35 hingga 45 tahun baligh. Dimana setiap harinya minimal 5 kali shalat wajib, lebih kurang 150 kali shalat dalam sebulan atau 1.800 kali dalam setahun yang bila dikalikan 35 tahun lebih kurang 63.000 kali.

Sekian banyak shalat yang merupakan media paling agung untuk bersama Allah, sudahkah menimbulkan rasa cinta?
Image Source
Atau jangan-jangan shalat yang telah dilakukan itu tidak ada kesannya... sehingga shalat atau pun tidak tak ada bedanya...?




#tunjuk_diri





Tanda Jatuh Cinta

Sesuai hadits Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai'an katsura dzikruhu), sabda Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya
(man ahabba syai'an fa huwa `abduhu).

Nabi menyebutkan ciri dari cinta sejati ada tiga :
(1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain,
(2) lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, dan
(3) lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/ diri sendiri.
Bagi orang yang telah jatuh cinta kepada Allah SWT, maka ia lebih suka berbicara dengan Allah Swt, dengan membaca firman Nya, lebih suka bercengkerama dengan Allah SWT dalam i`tikaf, dan lebih suka mengikuti perintah Allah SWT daripada perintah yang lain.


Tuesday, October 1, 2013

Aku Cintai Apapun Dirimu

Syair Sayyidah Fatimah dan Sayyidina Ali 


احبك مثلما انتي
Aku mencintaimu apapun dirimu
احبك كيفما كنتي
Aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu
ومهما كان مهما صار
Apapun yang terjadi dan kapanpun
انتي حبيبتى انتي
Engkaulah cintaku
زوجتي
Duhai istriku
انتي حبيبتى انتي
Engkaulah kekasihku

حلالي انت لا اخشى عزولا همه مقتي,
لقد اذن الزمان لنا بوصل غير منبتي

Engkau istriku yang halal, aku tidak peduli celaan orang, kita satu tujuan untuk selamanya.

سقيت الحب في قلبي بحسن الفعل والسمت, يغيب السعد إن غبت ويصفو العيش إن جئت

Engkau sirami cinta dalam hatiku dengan indahnya perangaimu, kebahagiaanku lenyap ketika engkau menghilang lenyap, hidupku menjadi terang ketika engkau disana.

نهاري كادح حتى إذا ما عدت للبيت, لقيتك فانجلى عني ضناى اذا ما تبسمت

Hari-hariku berat sampai aku kembali ke rumah menjumpaimu, maka lenyaplah keletihan ketika engkau tersenyum.

تضيق بى الحياة اذا بها يوما تبرمتي
فأسعى جاهدا حتى احقق ما تمنيتي

Jika suatu saat hidupmu menjadi sedih, maka aku akan berusaha keras sampai benar mendapatkan apa yang engkau inginkan.

هنائى انت فلتهنئى بدفء الحب ما عشتي
فروحانا قد ائتلفا كمثل الارض والنبت

Engkau kebahagiaanku. Tanamkanlah kebahagiaan
selamanya., jiwa-jiwa kita telah bersatu bagaikan tanah dan tumbuhan.


Rasa Rinduku ini terlahir dari sebuah ketukan
Kasih Sayangku ini terlahir dari sebuah ketukan
Cintaku ini terlahir dari sebuah ketukan
Yaitu : ketukan hati yang KAU buat saat aku mengenalMU melalui KekasihMU yang memiliki akhlak terindah bagaikan Bulan Purnama




Wednesday, May 29, 2013

MP3 Qoshidah Imam Abdullah bin Alawi al Haddad

CD ini terdiri dari 8 qoshidah Imam Abdullah Bin Alawi al Haddad. Dilantunkan dalam bahasa Arab oleh Salim bin Hafiz dan Alwi al Haddad. Buku yang dilampirkan dengan CD ini mengandung teks qhosidah dan terjemahannya dalam bahasa melayu.

Biografi/ Manakib singkat dari Imam al Haddad bisa dibaca di sini Wikipedia

Semua file qoshidah mp3 ini diambil dari alhawi.net

Dari penerbit sendiri menekankan bahwa CD Mutiara Qasidah ini tidak untuk diperjualbelikan. Tetapi diberikan secara gratis.

Untuk mendowload silahkan klik link berikut ini. Kami sertakan dua link. Jika link pertama mati bisa mencoba link yang berada paling bawah.

01-Ya Saiyidi Ya Rasulullah
02-YaRabbi Ya Alimal Hal
03-Ya Rasulullah Salamun Alaik.mp3
04-Ala Yallah Bi Nadzrah
05-Qad Kafani IlmuRabbi
06-Salamun Salamun Kamiskil Khitam
07-AlaikabiTaqwallah
08-Ya Dzaljalali Wal Ikram


Link alternatif dari M. Syafi'i di blogits.ac.id

http://www.4shared.com/audio/LmbyT-xN/01YaSaiyidiYaRasulullah.html
http://www.4shared.com/audio/2US66KGk/02YaRabbiYaAlimalHal.html
http://www.4shared.com/audio/PXSvAuNc/03YaRasulullahSalamunAlaik.html
http://www.4shared.com/audio/YnBxzpyY/04AlaYallahBiNadzrah.html
http://www.4shared.com/audio/PGFP_R87/05QadKafaniIlmuRabbi.html
http://www.4shared.com/audio/hNwJ91AB/06SalamunSalamunKamiskilKhitam.html
http://www.4shared.com/audio/ZjVLsxRW/07AlaikabiTaqwallah.html
http://www.4shared.com/audio/a3wXRq-g/08YaDzaljalaliWalIkram.html



Terima kasih, semoga bermanfaat


Monday, April 22, 2013

Habib Syech Gema Sholawat Lirboyo


HADIRILAH. . .



GEMA SHOLAWAT bersama HABIB SYEKH bin ABDUL QODIR AS SEGAF
Dalam rangka Haul & Haflah Akhirussanah Pondok dan Madrasah Putri
Hidayatul Mubtadi-aat Lirboyo Kota Kediri Jawa Timur

SABTU malam AHAD, 25 Mei 2013.
Jam 19.30 wib.
Di Lapangan Barat Aula Al Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo.


Dimohon disebarkan



Tuesday, April 16, 2013

Menebar Kebaikan

APA YANG SUDAH DAN AKAN KITA TULIS?

Rasulullah Saw. pernah bersabda:

“Thuubaa liman maata walam tamut hasanaatuhu. Wawailun liman maata walam tamut sayyiaatuhu.”

~ Sungguh beruntung orang yang mati tapi kebaikannya tak turut mati. Dan sungguh celaka orang yang mati namun keburukannya tidak pula ikut mati.
Source Image: ashaidra.wordpress.com

Al-Habib Umar bin Hafidz BSA mewasiatkan:
“Manusia akan mati bila sudah masanya. Tetapi tulisan akan kekal selama-lamanya. Maka tulislah perkataan yang bisa menyebabkan kita gembira di akhirat kelak.”

Wednesday, March 27, 2013

Mawlana al-Habib Luthfi bin Yahya

Maulana wa Mursyidina Abu Muhammad Bahauddin Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Hasyim Bin Umar Bin Thoha Bin Yahya

Kelahiran Maulana al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dilahirkan di Pekalongan pada hari Senin, pagi tanggal 27 Rajab 1367 H. Bertepatan tanggal 10 November 1947 M.

Nasab Jalur Ibu Dilahirkan dari seorang syarifah, yang memiliki nama dan nasab sayidah al Karimah as Syarifah Nur binti Sayid Muhsin bin Sayid Salim bin Sayid al Imam Shalih bin Sayid Muhsin bin Sayid Hasan bin Sasyid Imam ‘ Alawi bin Sayid al Imam Muhammad bin al Imam ‘ Alawi bin Imam al Kabir Sayid Abdullah bin Imam Salim bin Imam Muhammad bin Sayid Sahal bin Imam Abd Rahman Maula Dawileh bin Imam ‘ Ali bin Imam ‘ Alawi bin Sayidina Imam al Faqih al Muqadam bin ‘ Ali Bâ Alawi. 

Nasab Jalur Ayah Al Habib Muhammad Luthfi bin Sayid Ali al Ghalib bin Sayid Hasyim bin Sayid Umar Bin Sayid Thaha sahibur ratib (yang menyusun ratib Kubro) bin Sayid Hasan bin Sayid Thaha bin Sayid Muhammad Al-Qodhi bin Sayid Thaha bin Sayid Muhammad bin Sayid Syekh bin Sayid Ahmad bin Imam Yahya Ba’ alawi bin Sayid Hasan bin Sayid Ali bin Imam Alwi An-Nasiq bin Imam Muhammad Mauladawileh bin Imam Ali Mauladarak bin Imam Alwi Al-Ghuyur bin Imam Al-Faqih Al-Muqadam Muhammad Ba’alawi bin Imam Ali bin Imam Muhammad Sahib Marbath bin Imam Ali Kholi Qasam bin Imam Alwi bin Imam Muhammad bin Imam Alwi Ba’ alawi bin Imam Ubaidullah bin Imam Ahmad Al-Muhajir bin Imam ‘ Isa an Naqib Ar-Rumi bin Imam Muhammad An-Naqib bin Imam Ali Al-Uraidhi bin Imam Ja’ far Shodiq bin Imam Muhammad Al- Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Sayidina Husain Sibthin Nabi wa Qurrotin Nabi bin Sayidina Ali kw. wa Sayidatina Fathimah Az- Zahra Al-Batul At-Thahirah binti Sayidil Mursalin wa Imamil Ambiya wal Atqiya Sayyidina wa Habibina Muhammad Saw. 

Masa Pendidikan Pendidikan pertama Maulana Habib Luthfi diterima dari ayahanda al Habib al Hafidz ‘ Ali al Ghalib. Selanjutnya beliau belajar di Madrasah Salafiah. Guru-guru beliau di Madrasah itu diantaranya: 
• Al Alim al ‘ Alamah Sayid Ahmad bin ‘ Ali bin Al Alamah al Qutb As Sayid ‘ Ahmad bin Abdullah bin Thalib al Athas
• Sayid al Habib al ‘ Alim Husain bin Sayid Hasyim bin Sayid Umar bin Sayid Thaha bin Yahya (paman beliau sendiri) 
• Sayid al ‘ Alim Abu Bakar bin Abdullah bin ‘ Alawi bin Abdullah bin Muhammad al ‘ Athas Bâ ‘ Alawi 
• Sayid ‘ Al Alim Muhammad bin Husain bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib al ‘ Athas Bâ ‘ Alawi. Beliau belajar di madrasah tersebut selama tiga tahun. 

Perjalanan Ilmiah Selanjutnya pada tahun 1959 M, beliau melanjutkan studinya ke pondok pesantren Benda Kerep, Cirebon. Kemudian Indramayu, Purwokerto dan Tegal. Setelah itu melanjutkan ke Mekah, Madinah dan dinegara lainnya. Beliau menerima ilmu syari’ ah, thariqah dan tasawuf dari para ulama-ulama besar, wali-wali Allah yang utama, guru-guru yang penguasaan ilmunya tidak diragukan lagi. Dari Guru-guru tersebut beliau mendapat ijazah Khas (khusus), dan juga ‘ Am (umum) dalam Da’ wah dan nasyru syari’ ah (menyebarkan syari’ ah), thariqah, tashawuf, kitab-kitab hadits, tafsir, sanad, riwayat, dirayat, nahwu, kitab-kitab tauhid, tashwuf, bacaan-bacaan aurad, hizib-hizib, kitab-kitab shalawat, kitab thariqah, sanad- sanadnya, nasab, kitab-kitab kedokteran. Dan beliau juga mendapat ijazah untuk membai’ at. 

Silsilah Thariqah dan Baiat Al Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Yahya mengambil thariqah dan hirqah Muhammadiyah dari para tokoh ulama. Dari guru-gurunya beliau mendapat ijazah untuk membaiat dan menjadi mursyid. Diantara guru-gurunya itu adalah: 


Thariqah Naqsyabandiyah Khalidiyah dan Syadziliyah al ‘ Aliyah Beliau mengambil dari Al Hafidz al Muhadits al Mufasir al Musnid al Alim al Alamah Ghauts az Zaman Sayidi Syekh Muhammad Ash’ad Abdul Malik bin Qutb al Kabir al Imam al Alamah Sayidi Syekh Muhammad Ilyas bin Ali bin Hamid 

Sanad Naqsyabandiayah al Khalidiyah: • Sayidi Syekh ash’ ad Abd Malik dari bapaknya Sayidi Syekh Muhammad Ilyas bin Ali bin Hamid dari Qutb al Kabir Sayid Salaman Zuhdi dari Qutb al Arif Sulaiman al Quraimi dari Qutb al Arif Sayid Abdullah Afandi dari Qutb al Ghauts al Jami’ al Mujadid Maulana Muhammad Khalid sampai pada Qutb al Ghauts al Jami’ Sayidi Syaikh Muhammad Baha’ udin an Naqsyabandi al Hasani. 

Sanad Syadziliyah : • Dari Sayidi Syekh Muhammad Ash’ Ad Abd Malik dari al Alim al al Alamah Ahmad an Nahrawi al Maki dari Mufti Mekah-Madinah al Kabir Sayid Shalih al Hanafi ra. dan seterusnya sampai Imam Asy-Syadzili

Thariqah al ‘ Alawiyah al ‘ Idrusyiah al ‘ Atha’ iyah al Hadadiah dan Yahyawiyah, Beliau mengambil dari 
  1. al Alim al Alamah Qutb al Kabir al Habib ‘ Ali bin Husain al ‘ Athas.  
  2. Afrad Zamanihi Akabir Aulia al Alamah al habib Hasan bin Qutb al Ghauts Mufti al kabir al habib al Imam ‘ Utsman bin Abdullah bin ‘ Aqil bin Yahya Bâ ‘ Alawi. 
  3. Al Ustadz al kabir al Muhadits al Musnid Sayidi Al Alamah al Habib Abdullah bin Abd Qadir bin Ahmad Bilfaqih Bâ ‘ Alawi. 
  4. Al Alim al Alamah al Arif billah al Habib Ali bin Sayid Al Qutb Al Al Alamah Ahmad bin Abdullah bin Thalib al ‘ Athas Bâ ‘ Alawi. 
  5. Al Alim al Arif billah al Habib Hasan bin Salim al ‘ Athas Singapura. 
  6. Al Alim al Alamah al Arif billah al Habib Umar bin Hafidz bin Syekh Abu Bakar bin Salim Bâ ‘ Alawi. 
Dari guru-guru tersebut beliau mendapat ijazah menjadi mursyid, hirqah dan ijazah untuk baiat, talqin dzikir khas dan ‘ Am. 

Thariqah Al Qadiriyah an Naqsyabandiyah, Beliau mengambil dari Al Alim al Alamah tabahur dalam Ilmu syaria’ at, thariqah, hakikat dan tashawuf Sayidi al Imam ‘ Ali bin Umar bin Idrus bin Zain bin Quthb al Ghauts al Habib ‘ Alawi Bâfaqih Bâ ‘ Alawi Negara Bali. Sayid Ali bin Umar dari Al Alim al Alamah Auhad Akabir Ulama Sayidi Syekh Ahmad Khalil bin Abd Lathif Bangkalan. ra. Dari gurunya itu, al Habib Muhammad Luthfi mendapat ijazah menjadi mursyid, hirqah, talqin dzikir dan ijazah untuk bai’ at talqin. 


Jami’ uthuruq (semua thariqat) dengan sanad dan silsilahnya: Beliau mendapatkannya dari Al Imam al Alim al Alamah al Muhadits al Musnid al Mufasir Qutb al Haramain Syekh Muhammad al Maliki bin Imam Sayid Mufti al Haramain ‘ Alawi bin Abbas al Maliki al Hasani al Husaini Mekah. Dari beliau, Maulana Habib Luthfi mendapat ijazah mursyid, hirqah, talqin dzikir, bai’ at khas, dan ‘ Am, kitab-kitab karangan syekh Maliki, wirid-wirid, hizib- hizib, kitab-kitab hadis dan sanadnya. 

Thariqah Tijaniah: Beliau mengambil dari Al Alim al Alamah Akabir Aulia al Kiram ra’ su al Muhibin Ahli bait Sayidi Sa’ id bin Armiya Giren Tegal. Kyai Syaikh Sa’ id menerima dari dua gurunya; pertama Syekh’ Ali bin Abu Bakar Bâsalamah. Syekh Ali bin Abu Bakar Bâsalamah menerima dari Sayid ‘ Alawi al Maliki. Jalur sanad yang kedua Syekh Sa’ id menerima langsung dari Sayid ‘ Alawi al Maliki. Dari Syekh Sa’ id bin Armiya itu Maulana Habib Luthfi mendapat ijazah, talqin dzikir, dan menjadi mursyid dan ijazah bai’ at untuk khas dan ‘ am.

Kegiatan-kegiatan rutin Mawlana al-Habib Luthfi 
• Pengajian Thariqah tiap jum’ at Kliwon pagi (Jami'ul Usul thariq al Aulia). 
• Pengajian Ihya Ulumuddin tiap Selasa malam. 
• Pengajian Fath Qarib tiap Rabu pagi(husus untuk ibu-ibu) 
• Pengajian Ahad pagi, pengajian thariqah husus ibu-ibu. 
• Pengajian tiap bulan Ramadhan (untuk santri tingkat Aliyah). 
• Da’ wah ilallah berupa umum di berbagai daerah di Nusantara. 
• Rangakain Maulid Kanzus (lebih dari 60 tempat) di kota Pekalongan dan daerah sekitarnya. 

Beliau juga menjabat sebagai Ketua Umum, Ra’ is ‘ Am jam’ iyah Ahlu Thariqah al Mu’ tabarah an Nahdiyah, mulai dari periode tahun 2000 hingga saat ini.



Source:
https://sites.google.com/site/pustakapejaten/manaqib-biografi/8-profil-syaikhuna/maulana-wa-mursyidina-abu-muhammad-bahauddin-habib-muhammad-luthfi-bin-ali-bin-hasyim-bin-umar-bin-thoha-bin-yahya

Petuah Habib M. Luthfi bin Yahya

PETUAH AL-HABIB M. LUTHFI BIN YAHYA

Al-Walid al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Ba’Alawy Pekalongan, ulama yang diteladani semua umat muslim. ada banyak petuah dan nasehat dari beliau yang bisa kita ambil hikmahnya.

Al-Walid al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Ba’Alawy Pekalongan, Ketua Jam'iyyah Ahlut Tariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (JATMN), organisasi di bawah NU yang mengkoordinasi jemaah tarekat Mu'tabarah.

Seorang muslim agar mendapatkan keselamatan Insya ALLAH, di dalam agama, dunia dan akhirat haruslah memegang teguh beberapa prinsip ini.

1. Pegang teguh teladan salaf shalihin
Baik itu thariqah-nya, akhlaknya, amal salehnya. Pegang teguh dan kuat mantap, walaupun kamu sampai sulit dan kere (sangat miskin) tetaplah teguh memegang teladan Salaf Shalihin. Gigit kuat dengan gerahammu, jangan dilepas jika kamu ingin selamat dan mendapat ridho-Nya.

2. Jadikanlah keimanan sebagai Imam
Bukan akal yang menjadi ujung tombaknya. Hati-hati di akhir jaman ini, akan dan sudah banyak muncul paham dan orang-orang yang lebih mengedepankan akal-rasio-logika dibandingkan imannya. Seharusnya Iman menjadi imamnya, akal & logika menjadi makmumnya, mengikuti iman. Tinggalkan pendapat orang-orang yang mengedapankan akalnya dibanding imannya. Percuma dan sia-sia waktumu jika menanggapi orang-orang yang demikian, kamu akan rugi dunia akhirat. Karena bagaimana mungkin akal manusia bisa menerima seluruh kebesaran khazanah kerajaan Allah SWT, hanya keimanan yang dapat menerima kebesaran Allah SWT.

3. Ziarah shalihin
Baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup, dan kuatkan tali ikatan silaturahim. Berziarah (mengunjungi) kaum shalihin jangan hanya ketika ada maunya, kalau ada perlunya saja. Hal itu baik tidak terlarang, tetapi kurang kemanfaatannya untuk jangka panjang. Hanya untuk kebutuhan-manfaat sesaat belaka, sungguh sangat disayangkan. Tetapi alangkah baiknya kita berziarah sholihin itu karena mahabbah ilaa mahbub, kecintaan kepada yang dicintai. Kalau hal ini dijalin dengan baik maka ia akan mendapat limpahan madad (pertolongan), sirr asrar (rahasia) dan jaah (essence, intisari) dari ziarahnya. Dan sering silaturahmi itu menimbulkan kecintaan dan keridhoan Allah SWT kepada orang yang menjalin hubungan silaturahmi, sehingga rahmat dan berkah serta maghfirah Allah SWT terlimpah kepadanya. Jauh dari bala’, musibah, penyakit dan diberi kelancaran rezeki. Insya Allah.

4. Jangan suka membeda-bedakan
Ini penyakit yang timbul dan tumbuh di akhir jaman ini. Jangan beda-bedakan itu suku apa, kabilah apa, bangsa apa, partainya apa, thariqah-nya apa, madzhab-nya apa dan sebagainya. Itu urusan Allah SWT, kita ini manusia, hamba-Nya, makhluk ciptaan-Nya, jangan suka usil ikut campur urusannya Allah SWT. Makanya sekarang berbagai macam bala’, musibah bertubi-tubi datang. Karena ulah manusia itu sendiri. Yang suka sok tahu, sok jago, sok suci, sok pintar bukan kembali kepada Allah dan Rasul-Nya, malah ikut campur urusan Allah SWT. Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana lagi Maha Berkehendak, Allah SWT yang akan menghukumi, menentukan secara mutlak kelak di pengadilan Ilahi Yang Maha Adil bagi seluruh makhluk-Nya. Segala sesuatu misal pengadilan itu semua adalah bentuk ikhtiar manusia belaka di muka bumi ini secara syariat. Ketentuan yang mutlak benar dan salah adalah di tangan Allah SWT di hari kemudian. Keyakinan dan keimanan ini harus ditanam kuat dan kokoh dilubuk sanubari keimanan kita.

5. Jangan tinggal tiap hari membaca Al-Qur’an, shalawat kepada Rasulullah SAW, taat kepada guru/syaikh/mursyid dan birul walidain (berbakti kepada orangtua)
Jadikan hal ini semua awrad-mu. Jangan tinggal hal tersebut. Membaca Al-Qur’an walau satu ayat setiap harinya. Memperbanyak membaca shalawat kepada Baginda Nabi SAW jadikan hal ini semua awrad (wirid yang dilakukan istiqomah) bagi diri kita demi menggapai kebahagian dan keselamatan di dalam agama, dunia dan akhirat.

Menurut Habib Lutfi, cukup sudah lima hal ini kamu pegang erat-erat, Insya Allah, Taufik Hidayah dan Inayah Allah SWT melimpah dan turun kepadamu

Source: copas tanpa izin :D , dari akun fb fenomenal dan
patut untuk di follow Sya'roni As Samfuriy

Thursday, January 17, 2013

Ahbabul Musthofa - New Full Album

Ahbabul Musthofa, adalah salah satu dari beberapa majelis yang ada untuk mempermudah umat dalam memahami dan mentauladani Rasululllah SAW, berdiri sekitar Tahun1998 di kota Solo, tepatnya Kampung Mertodranan, berawal dari Majelis Rotibul Haddad dan Burdah serta maulid Simthud Duror Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf memulai langkahnya untuk mengajak ummat dan dirinya dalam membesarkan rasa cinta kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW .
http://ahbabulmusthofakudus.blogspot.com/
Fayaa Ayyuhar Roojuuna Minhu Syafaa’atan, Sholluu ‘Alaihi Wa Sallimuu Tasliimaa...
Allaahumma Sholli 'Alaa Sayyidinaa Muhammad..

Download via 4shared, cara cepat download di sini
Habib Syech Full Album di sini
Link mati mohon konfirmasi :)

List Full Album Ahbabul Musthofa (Thanks to Atainä-Ka Bil Faqri)
No.
Full Album
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92

Pesan Admin : Yang sering mampir, muga telaten...ndak nyesel punya koleksi :D
Semoga bermanfaat..

http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/




Facebook Comment