Showing posts with label Ceramah. Show all posts
Showing posts with label Ceramah. Show all posts

Sunday, November 17, 2013

Haul Pondok Peta November 2013

Haul Pondok PETA (Pesulukan Thoriqot Agung), Haul Hadlrotusyaikh Mustaqiem bin Husein, Nyai Hj Sa’diyah binti H Rois dan Hadlrotusyaikh Abdul Djalil Mustaqiem. Juga sebagai sarana silaturahmi jamaah thoriqot Syadziliyah setiap tahun yang diadakan di Tulungagung, Jawa Timur.
Habib Umar Muthohar

Acara dilaksanakan pada hari Ahad, 10 November 2013 di ndalem pusat kota Tulungagung
Image Source: http://sultanagung78.com/

Berikut ini taushiyah yang bisa diunduh dalam format mp3 (Thank's to Badrus Salam) :


  1. Haul PETA 2013 - Ceramah Habib Naufal Solo.mp3
  2. Haul PETA 2013 - Ceramah Habib Umar Muthohar.mp3
  3. Haul PETA 2013 - Manaqib Syeh Abdul Djalil Mustaqim.mp3
  4. Haul PETA 2013 - Manaqib Syeh Abi Hasan Assyadzili.mp3
  5. Haul PETA 2013 - Manaqib Syeh Mustaqim Bin Husain.mp3
  6. Haul PETA 2013 - Sambutan Panitia.mp3



Haul Pondok PETA 2012 klik disini
Download via 4shared
Cara download yang cepat klik di sini.
Semoga Bermanfaat
:)

Saturday, November 2, 2013

Tabligh Akbar Lirboyo Kediri 2013

HADIRILAH TABLIGH AKBAR MUHARRAM 1435 H & GEMA SHALAWAT 

bersama Majelis Muwasholah baina Ulama wal Muslimin
insyaallah akan dihadiri oleh:
1. Habib Salim bin Umar bin Hafidz (Hadramaut - Yaman)
2. Habib Segaf bin Hasan Baharun (Pasuruan - Jatim)
3. Habib Muhammad al Habsy (Solo - Jateng)
4. Habib Jamal bin Thoha Ba'agil (Batu - Jatim)
5. Habib Sholeh al Jufri (Solo - Jateng)

tanggal : Sabtu malam Ahad tanggal 30 November 2013
tempat : di Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur
pukul : 18:00 wib sampai selesai




Wednesday, May 29, 2013

Nasehat Untuk Putriku

"Nasehat Untuk Putriku"

Wahai putriku, aku masih teringat masa kecilmu, tampak kepolosanmu tanpa dosa. Terlintas dibenakku sebuah makna tanggung jawab. Dirimu pun akan selalu berkembang seiring berjalannya waktu. Dan tanpa terasa engkau telah di ambang kedewasaan. Tergugah kesadaranku bahwa tiba-tiba dirimu dalam suasana yang amat mengkhawatirkan. Engkau berada pada zaman kejayaan iblis dan bagundal-bagundalnya dari bangsa manusia yang setiap saat siap hancurkanmu dengan segala yang dimilikinya. Zaman dengan budayanya dan zaman dengan pelaku-pelakunya.
Source Image

Maafkan aku dan mohonkan aku ampun kepada Allah jika ternyata aku pun kurang serius memperhatikanmu. Aku telah lalai membekalimu hal-hal yang amat kau butuhkan kelak di akhirat. Aku jarang memperkenalkanmu kepada Allah dan Rasulullah SAW. Sekolah yang aku pilihkan untukmu hanya sekolah yang menghantarmu berbangga dengan dunia tanpa aku imbangi dengan pendidikan agama, yang sebenarnya lebih engkau butuhkan. Bahkan, Aku sering sodorkan padamu hal-hal yang membahayakanmu. Aku telah memasukkan pesan dan bisikan musuh-musuhmu ke rumahmu. Aku telah hadirkan dalam kehidupanmu potret moral yang busuk melalui layar televisi yang kau nikmati setiap saat. Aku pun telah membekalimu dengan handphone kontrol iblis yang senantiasa menyertaimu yang sebenarnya justru menyulitkanku untuk mengawasimu. Bahkan aku pun sering tidak peduli dengan perkembangan akhlakmu setiap saat. Aku hanya memikirkan kebutuhan lahirmu, makan, minum, baju dan tempat tinggal. Sementara kebutuhan hati dan jiwamu yang menghantarmu ke dalam kebahagiaan dalam keabadian di akhirat tidak pernah aku pikirkan. Bahkan kadang baju yang kubelikan pun baju yang mengundang nafsu pengikut iblis. Aku sering menjadi orang dungu yang hanya bisa bengong melihat dirimu berdandan untuk membangkitkan hawa nafsu budak iblis. Kecemburuanku kadang hilang dan menjadikan diriku kurang berarti bagimu.

Wahai putriku bantulah aku untuk mengembalikan kemuliaan pada dirimu. Maafkan aku jika saat ini aku berbeda dengan hari yang lalu. Kemarin aku lemah dan dungu yang amat membahayakanmu. Dan hari ini aku telah menyadari bahwa aku harus meninggalkan kedunguan dan kelemahanku demi kemulyaan dan kejayaanmu kelak diakhirat.

Aku tidak ingin disebut tolol dan dungu dengan pendidikanmu yang tidak membawa keselamatanmu di akhirat. Aku tidak mau di bilang bodoh melihat pakainnmu yang separoh hati kau kenakan, sebagian badanmu tertutup dan sebagian lagi terbuka. Aku tidak ingin kau dihinakan oleh mata jalang hamba hawa nafsu. Maka perhatiakan bahwa dirimu harus kau mulyakan. Berdandanlah dengan dandanan yang berwibawa dihadapan perampok-peramopok kehormatan. Jadikanlah mereka takut mendekatimu dan jera jika mereka berusaha menjailimu. Jangan kau rendahkan dirimu dengan kau umbar tubuhmu disana sini. Sebab jika dirimu tidak bisa menghargai dirimu sendiri maka orang lainpun tidak menghargaimu.

Kemulyaanmu wahai putriku pada kepribadianmu. Jika engkau berwibawa dan mulya maka lelaki jalang hamba hawa nafsupun akan enggan mendekatimu. Senyummu amat mahal jangan kau berikan kepada semua orang sebab tidak semua orang tahu nilai senyummu. Suaramu pun adalah nilai dirimu. Jangan bersuara yang mengundang nafsu di hadapan bagundal iblis sehingga mereka meremehkanmu. Telah banyak gadis-gadis seumurmu telah direndahkan oleh mereka. Lihatlah di sekitarmu, anak gadis sebaya denganmu telah tenggelam dalam kenistaan. Harga dirinya telah digadaikan dengan karir dan ketenaran..

Putriku, Sungguh itulah bahasa cinta dan kasihku yang engkau butuhkan saat ini. Aku sadar bahwa engkau saat ini sudah tidak butuh orang tua yang hanya bisa memanjamu. Akan tetapi saat ini engkau butuh orang tua yang mendidikmu dan menuntunmu kepada kemulyaan.
Jangan heran jika aku kadang cerewet wahai putriku dan songsonglah masa depanmu dengan kemulyaan.

Wallahu a'lam bishshowab





Oleh : Abuya Yahya, Majelis al Bahjah Cirebon

Friday, May 24, 2013

Yakin Jawabanmu Benar ??

Isilah titik-titik di bawah ini :

1. Allah menciptakan TERTAWA dan .......
2. Allah itu MEMATIKAN dan ......
3. Allah menciptakan LAKI-LAKI dan .......
4. Allah memberikan KEKAYAAN dan ......



Mayoritas kita akan menjawab:
1. MENANGIS.
2. MENGHIDUPKAN.
3. PEREMPUAN
4. KEMISKINAN.

Yakin jawaban itu benar?

Untuk mengetahui apakah jawaban di atas itu benar atau tidak, mari kita cocokkan jawaban tersebut dengan rangkaian firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam surat An-Najm (53), ayat: 43-45, dan 48.

sebagai berikut:

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ
"dan Dia-lah yang menjadikan orang TERTAWA dan MENANGIS." (QS. 53:43).

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ
"dan Dia-lah yang MEMATIKAN dan MENGHIDUPKAN." (QS. 53:44).

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ
"dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan LAKI-LAKI dan PEREMPUAN. " (QS. 53:45).

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ
"dan Dia-lah yang memberikan KEKAYAAN dan KECUKUPAN." (QS. 53:48).

Ternyata jawaban kita umumnya BENAR hanya pada no. 1-3. Tapi,
jawaban kita untuk no. 4 umumnya SALAH.

Jawaban versi Allah dalam Al-Qur'an bukan KEMISKINAN, tapi KECUKUPAN.

Masya Allah..!!!

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala hanya memberi KEKAYAAN dan KECUKUPAN kepada hamba-Nya.

Dan yang "menciptakan" KEMISKINAN adalah diri kita sendiri. Hal ini bisa karena ketidakadilan ekonomi, malas, bisa juga karena kemiskinan itu kita bentuk di dalam pola pikirkita sendiri. Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yang senantiasa bersyukur, walaupun hidup pas-pasan ia akan tetap tersenyum dan merasa CUKUP.

Jadi, marilah kita bangun rasa KECUKUPAN di dalam hati dan pikiran kita, agar kita menjadi hamba-Nya yang selalu BERSYUKUR.

Semoga bernilai ibadah dan semoga bermanfaat.
Aamiin Ya Rabbal'alamiin.











Salam santun.
Abdul Royan

Tuesday, April 16, 2013

Menebar Kebaikan

APA YANG SUDAH DAN AKAN KITA TULIS?

Rasulullah Saw. pernah bersabda:

“Thuubaa liman maata walam tamut hasanaatuhu. Wawailun liman maata walam tamut sayyiaatuhu.”

~ Sungguh beruntung orang yang mati tapi kebaikannya tak turut mati. Dan sungguh celaka orang yang mati namun keburukannya tidak pula ikut mati.
Source Image: ashaidra.wordpress.com

Al-Habib Umar bin Hafidz BSA mewasiatkan:
“Manusia akan mati bila sudah masanya. Tetapi tulisan akan kekal selama-lamanya. Maka tulislah perkataan yang bisa menyebabkan kita gembira di akhirat kelak.”

Wednesday, April 3, 2013

Tak Perlulah Aku Galau

Seorang laki-laki datang kepada Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah. Ia bertanya, “Apa rahasia sifat zuhudmu terhadap dunia wahai sang imam?”

Beliau menjawab, “Ada empat hal :

  • Aku tahu bahwa rezekiku tidak akan diraih oleh orang lain. Maka aku menyibukkan diriku sendiri untuk rezekiku.
  • Aku tahu bahwa amal perbuatanku tidak akan dilakukan oleh orang lain. Maka aku menyibukkan diriku sendiri untuk melakukannya.
  • Aku tahu bahwa Allah Ta’ala selalu melihatku. Maka aku malu bila Allah Ta’ala melihatku sedang berbuat maksiat.
  • Aku tahu bahwa kematian menantiku. Maka aku mempersiapkan bekal untuk menghadap Rabbku.”




Semoga bermanfaat

Wednesday, March 27, 2013

Mawlana al-Habib Luthfi bin Yahya

Maulana wa Mursyidina Abu Muhammad Bahauddin Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Hasyim Bin Umar Bin Thoha Bin Yahya

Kelahiran Maulana al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dilahirkan di Pekalongan pada hari Senin, pagi tanggal 27 Rajab 1367 H. Bertepatan tanggal 10 November 1947 M.

Nasab Jalur Ibu Dilahirkan dari seorang syarifah, yang memiliki nama dan nasab sayidah al Karimah as Syarifah Nur binti Sayid Muhsin bin Sayid Salim bin Sayid al Imam Shalih bin Sayid Muhsin bin Sayid Hasan bin Sasyid Imam ‘ Alawi bin Sayid al Imam Muhammad bin al Imam ‘ Alawi bin Imam al Kabir Sayid Abdullah bin Imam Salim bin Imam Muhammad bin Sayid Sahal bin Imam Abd Rahman Maula Dawileh bin Imam ‘ Ali bin Imam ‘ Alawi bin Sayidina Imam al Faqih al Muqadam bin ‘ Ali Bâ Alawi. 

Nasab Jalur Ayah Al Habib Muhammad Luthfi bin Sayid Ali al Ghalib bin Sayid Hasyim bin Sayid Umar Bin Sayid Thaha sahibur ratib (yang menyusun ratib Kubro) bin Sayid Hasan bin Sayid Thaha bin Sayid Muhammad Al-Qodhi bin Sayid Thaha bin Sayid Muhammad bin Sayid Syekh bin Sayid Ahmad bin Imam Yahya Ba’ alawi bin Sayid Hasan bin Sayid Ali bin Imam Alwi An-Nasiq bin Imam Muhammad Mauladawileh bin Imam Ali Mauladarak bin Imam Alwi Al-Ghuyur bin Imam Al-Faqih Al-Muqadam Muhammad Ba’alawi bin Imam Ali bin Imam Muhammad Sahib Marbath bin Imam Ali Kholi Qasam bin Imam Alwi bin Imam Muhammad bin Imam Alwi Ba’ alawi bin Imam Ubaidullah bin Imam Ahmad Al-Muhajir bin Imam ‘ Isa an Naqib Ar-Rumi bin Imam Muhammad An-Naqib bin Imam Ali Al-Uraidhi bin Imam Ja’ far Shodiq bin Imam Muhammad Al- Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Sayidina Husain Sibthin Nabi wa Qurrotin Nabi bin Sayidina Ali kw. wa Sayidatina Fathimah Az- Zahra Al-Batul At-Thahirah binti Sayidil Mursalin wa Imamil Ambiya wal Atqiya Sayyidina wa Habibina Muhammad Saw. 

Masa Pendidikan Pendidikan pertama Maulana Habib Luthfi diterima dari ayahanda al Habib al Hafidz ‘ Ali al Ghalib. Selanjutnya beliau belajar di Madrasah Salafiah. Guru-guru beliau di Madrasah itu diantaranya: 
• Al Alim al ‘ Alamah Sayid Ahmad bin ‘ Ali bin Al Alamah al Qutb As Sayid ‘ Ahmad bin Abdullah bin Thalib al Athas
• Sayid al Habib al ‘ Alim Husain bin Sayid Hasyim bin Sayid Umar bin Sayid Thaha bin Yahya (paman beliau sendiri) 
• Sayid al ‘ Alim Abu Bakar bin Abdullah bin ‘ Alawi bin Abdullah bin Muhammad al ‘ Athas Bâ ‘ Alawi 
• Sayid ‘ Al Alim Muhammad bin Husain bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib al ‘ Athas Bâ ‘ Alawi. Beliau belajar di madrasah tersebut selama tiga tahun. 

Perjalanan Ilmiah Selanjutnya pada tahun 1959 M, beliau melanjutkan studinya ke pondok pesantren Benda Kerep, Cirebon. Kemudian Indramayu, Purwokerto dan Tegal. Setelah itu melanjutkan ke Mekah, Madinah dan dinegara lainnya. Beliau menerima ilmu syari’ ah, thariqah dan tasawuf dari para ulama-ulama besar, wali-wali Allah yang utama, guru-guru yang penguasaan ilmunya tidak diragukan lagi. Dari Guru-guru tersebut beliau mendapat ijazah Khas (khusus), dan juga ‘ Am (umum) dalam Da’ wah dan nasyru syari’ ah (menyebarkan syari’ ah), thariqah, tashawuf, kitab-kitab hadits, tafsir, sanad, riwayat, dirayat, nahwu, kitab-kitab tauhid, tashwuf, bacaan-bacaan aurad, hizib-hizib, kitab-kitab shalawat, kitab thariqah, sanad- sanadnya, nasab, kitab-kitab kedokteran. Dan beliau juga mendapat ijazah untuk membai’ at. 

Silsilah Thariqah dan Baiat Al Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Yahya mengambil thariqah dan hirqah Muhammadiyah dari para tokoh ulama. Dari guru-gurunya beliau mendapat ijazah untuk membaiat dan menjadi mursyid. Diantara guru-gurunya itu adalah: 


Thariqah Naqsyabandiyah Khalidiyah dan Syadziliyah al ‘ Aliyah Beliau mengambil dari Al Hafidz al Muhadits al Mufasir al Musnid al Alim al Alamah Ghauts az Zaman Sayidi Syekh Muhammad Ash’ad Abdul Malik bin Qutb al Kabir al Imam al Alamah Sayidi Syekh Muhammad Ilyas bin Ali bin Hamid 

Sanad Naqsyabandiayah al Khalidiyah: • Sayidi Syekh ash’ ad Abd Malik dari bapaknya Sayidi Syekh Muhammad Ilyas bin Ali bin Hamid dari Qutb al Kabir Sayid Salaman Zuhdi dari Qutb al Arif Sulaiman al Quraimi dari Qutb al Arif Sayid Abdullah Afandi dari Qutb al Ghauts al Jami’ al Mujadid Maulana Muhammad Khalid sampai pada Qutb al Ghauts al Jami’ Sayidi Syaikh Muhammad Baha’ udin an Naqsyabandi al Hasani. 

Sanad Syadziliyah : • Dari Sayidi Syekh Muhammad Ash’ Ad Abd Malik dari al Alim al al Alamah Ahmad an Nahrawi al Maki dari Mufti Mekah-Madinah al Kabir Sayid Shalih al Hanafi ra. dan seterusnya sampai Imam Asy-Syadzili

Thariqah al ‘ Alawiyah al ‘ Idrusyiah al ‘ Atha’ iyah al Hadadiah dan Yahyawiyah, Beliau mengambil dari 
  1. al Alim al Alamah Qutb al Kabir al Habib ‘ Ali bin Husain al ‘ Athas.  
  2. Afrad Zamanihi Akabir Aulia al Alamah al habib Hasan bin Qutb al Ghauts Mufti al kabir al habib al Imam ‘ Utsman bin Abdullah bin ‘ Aqil bin Yahya Bâ ‘ Alawi. 
  3. Al Ustadz al kabir al Muhadits al Musnid Sayidi Al Alamah al Habib Abdullah bin Abd Qadir bin Ahmad Bilfaqih Bâ ‘ Alawi. 
  4. Al Alim al Alamah al Arif billah al Habib Ali bin Sayid Al Qutb Al Al Alamah Ahmad bin Abdullah bin Thalib al ‘ Athas Bâ ‘ Alawi. 
  5. Al Alim al Arif billah al Habib Hasan bin Salim al ‘ Athas Singapura. 
  6. Al Alim al Alamah al Arif billah al Habib Umar bin Hafidz bin Syekh Abu Bakar bin Salim Bâ ‘ Alawi. 
Dari guru-guru tersebut beliau mendapat ijazah menjadi mursyid, hirqah dan ijazah untuk baiat, talqin dzikir khas dan ‘ Am. 

Thariqah Al Qadiriyah an Naqsyabandiyah, Beliau mengambil dari Al Alim al Alamah tabahur dalam Ilmu syaria’ at, thariqah, hakikat dan tashawuf Sayidi al Imam ‘ Ali bin Umar bin Idrus bin Zain bin Quthb al Ghauts al Habib ‘ Alawi Bâfaqih Bâ ‘ Alawi Negara Bali. Sayid Ali bin Umar dari Al Alim al Alamah Auhad Akabir Ulama Sayidi Syekh Ahmad Khalil bin Abd Lathif Bangkalan. ra. Dari gurunya itu, al Habib Muhammad Luthfi mendapat ijazah menjadi mursyid, hirqah, talqin dzikir dan ijazah untuk bai’ at talqin. 


Jami’ uthuruq (semua thariqat) dengan sanad dan silsilahnya: Beliau mendapatkannya dari Al Imam al Alim al Alamah al Muhadits al Musnid al Mufasir Qutb al Haramain Syekh Muhammad al Maliki bin Imam Sayid Mufti al Haramain ‘ Alawi bin Abbas al Maliki al Hasani al Husaini Mekah. Dari beliau, Maulana Habib Luthfi mendapat ijazah mursyid, hirqah, talqin dzikir, bai’ at khas, dan ‘ Am, kitab-kitab karangan syekh Maliki, wirid-wirid, hizib- hizib, kitab-kitab hadis dan sanadnya. 

Thariqah Tijaniah: Beliau mengambil dari Al Alim al Alamah Akabir Aulia al Kiram ra’ su al Muhibin Ahli bait Sayidi Sa’ id bin Armiya Giren Tegal. Kyai Syaikh Sa’ id menerima dari dua gurunya; pertama Syekh’ Ali bin Abu Bakar Bâsalamah. Syekh Ali bin Abu Bakar Bâsalamah menerima dari Sayid ‘ Alawi al Maliki. Jalur sanad yang kedua Syekh Sa’ id menerima langsung dari Sayid ‘ Alawi al Maliki. Dari Syekh Sa’ id bin Armiya itu Maulana Habib Luthfi mendapat ijazah, talqin dzikir, dan menjadi mursyid dan ijazah bai’ at untuk khas dan ‘ am.

Kegiatan-kegiatan rutin Mawlana al-Habib Luthfi 
• Pengajian Thariqah tiap jum’ at Kliwon pagi (Jami'ul Usul thariq al Aulia). 
• Pengajian Ihya Ulumuddin tiap Selasa malam. 
• Pengajian Fath Qarib tiap Rabu pagi(husus untuk ibu-ibu) 
• Pengajian Ahad pagi, pengajian thariqah husus ibu-ibu. 
• Pengajian tiap bulan Ramadhan (untuk santri tingkat Aliyah). 
• Da’ wah ilallah berupa umum di berbagai daerah di Nusantara. 
• Rangakain Maulid Kanzus (lebih dari 60 tempat) di kota Pekalongan dan daerah sekitarnya. 

Beliau juga menjabat sebagai Ketua Umum, Ra’ is ‘ Am jam’ iyah Ahlu Thariqah al Mu’ tabarah an Nahdiyah, mulai dari periode tahun 2000 hingga saat ini.



Source:
https://sites.google.com/site/pustakapejaten/manaqib-biografi/8-profil-syaikhuna/maulana-wa-mursyidina-abu-muhammad-bahauddin-habib-muhammad-luthfi-bin-ali-bin-hasyim-bin-umar-bin-thoha-bin-yahya

Petuah Habib M. Luthfi bin Yahya

PETUAH AL-HABIB M. LUTHFI BIN YAHYA

Al-Walid al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Ba’Alawy Pekalongan, ulama yang diteladani semua umat muslim. ada banyak petuah dan nasehat dari beliau yang bisa kita ambil hikmahnya.

Al-Walid al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Ba’Alawy Pekalongan, Ketua Jam'iyyah Ahlut Tariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (JATMN), organisasi di bawah NU yang mengkoordinasi jemaah tarekat Mu'tabarah.

Seorang muslim agar mendapatkan keselamatan Insya ALLAH, di dalam agama, dunia dan akhirat haruslah memegang teguh beberapa prinsip ini.

1. Pegang teguh teladan salaf shalihin
Baik itu thariqah-nya, akhlaknya, amal salehnya. Pegang teguh dan kuat mantap, walaupun kamu sampai sulit dan kere (sangat miskin) tetaplah teguh memegang teladan Salaf Shalihin. Gigit kuat dengan gerahammu, jangan dilepas jika kamu ingin selamat dan mendapat ridho-Nya.

2. Jadikanlah keimanan sebagai Imam
Bukan akal yang menjadi ujung tombaknya. Hati-hati di akhir jaman ini, akan dan sudah banyak muncul paham dan orang-orang yang lebih mengedepankan akal-rasio-logika dibandingkan imannya. Seharusnya Iman menjadi imamnya, akal & logika menjadi makmumnya, mengikuti iman. Tinggalkan pendapat orang-orang yang mengedapankan akalnya dibanding imannya. Percuma dan sia-sia waktumu jika menanggapi orang-orang yang demikian, kamu akan rugi dunia akhirat. Karena bagaimana mungkin akal manusia bisa menerima seluruh kebesaran khazanah kerajaan Allah SWT, hanya keimanan yang dapat menerima kebesaran Allah SWT.

3. Ziarah shalihin
Baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup, dan kuatkan tali ikatan silaturahim. Berziarah (mengunjungi) kaum shalihin jangan hanya ketika ada maunya, kalau ada perlunya saja. Hal itu baik tidak terlarang, tetapi kurang kemanfaatannya untuk jangka panjang. Hanya untuk kebutuhan-manfaat sesaat belaka, sungguh sangat disayangkan. Tetapi alangkah baiknya kita berziarah sholihin itu karena mahabbah ilaa mahbub, kecintaan kepada yang dicintai. Kalau hal ini dijalin dengan baik maka ia akan mendapat limpahan madad (pertolongan), sirr asrar (rahasia) dan jaah (essence, intisari) dari ziarahnya. Dan sering silaturahmi itu menimbulkan kecintaan dan keridhoan Allah SWT kepada orang yang menjalin hubungan silaturahmi, sehingga rahmat dan berkah serta maghfirah Allah SWT terlimpah kepadanya. Jauh dari bala’, musibah, penyakit dan diberi kelancaran rezeki. Insya Allah.

4. Jangan suka membeda-bedakan
Ini penyakit yang timbul dan tumbuh di akhir jaman ini. Jangan beda-bedakan itu suku apa, kabilah apa, bangsa apa, partainya apa, thariqah-nya apa, madzhab-nya apa dan sebagainya. Itu urusan Allah SWT, kita ini manusia, hamba-Nya, makhluk ciptaan-Nya, jangan suka usil ikut campur urusannya Allah SWT. Makanya sekarang berbagai macam bala’, musibah bertubi-tubi datang. Karena ulah manusia itu sendiri. Yang suka sok tahu, sok jago, sok suci, sok pintar bukan kembali kepada Allah dan Rasul-Nya, malah ikut campur urusan Allah SWT. Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana lagi Maha Berkehendak, Allah SWT yang akan menghukumi, menentukan secara mutlak kelak di pengadilan Ilahi Yang Maha Adil bagi seluruh makhluk-Nya. Segala sesuatu misal pengadilan itu semua adalah bentuk ikhtiar manusia belaka di muka bumi ini secara syariat. Ketentuan yang mutlak benar dan salah adalah di tangan Allah SWT di hari kemudian. Keyakinan dan keimanan ini harus ditanam kuat dan kokoh dilubuk sanubari keimanan kita.

5. Jangan tinggal tiap hari membaca Al-Qur’an, shalawat kepada Rasulullah SAW, taat kepada guru/syaikh/mursyid dan birul walidain (berbakti kepada orangtua)
Jadikan hal ini semua awrad-mu. Jangan tinggal hal tersebut. Membaca Al-Qur’an walau satu ayat setiap harinya. Memperbanyak membaca shalawat kepada Baginda Nabi SAW jadikan hal ini semua awrad (wirid yang dilakukan istiqomah) bagi diri kita demi menggapai kebahagian dan keselamatan di dalam agama, dunia dan akhirat.

Menurut Habib Lutfi, cukup sudah lima hal ini kamu pegang erat-erat, Insya Allah, Taufik Hidayah dan Inayah Allah SWT melimpah dan turun kepadamu

Source: copas tanpa izin :D , dari akun fb fenomenal dan
patut untuk di follow Sya'roni As Samfuriy

Friday, February 15, 2013

Penyambung Lidah Ulama

~ DENGARLAH NASEHAT INI
~ (Al-Habib Hasan Bin Ja'far Assegaf) ~,

Sayyidina Abubakar ash-Shiddiq ra berkata:
" Kegelapan itu ada dalam lima perkara,sedangkan penerangnya juga lima perkara:
1. Cinta pada dunia adalah gelap,sedangkan lampu penerangnya adalah takwa kepada-Nya.
2. Dosa adalah kegelapan, sedangkan lampu penerangnya adalah taubat.
3. Kubur adalah gelap,sedangkan lampu penerangnya adalah kalimat Laa ilahaa ilallaah Muhammad Rasulullah.
4. Akhirat adalah gelap.sedangkan lampu penerangnya adalah amal shaleh.
5. Titian jembatan di atas neraka adalah gelap,sedangkan lampu penerangnya adalah yakin." ~,

Sayyidina Umar bin Khattab ra berkata:
" Barang siapa yang banyak tertawa, maka akan berkurang wibawanya. Barang siapa yang suka menghina orang lain,maka ia juga akan dihina.
Barang siapa yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya. Barang siapa yang menjaga kehormatan orang lain,pasti kehormatan dirinya akan terjaga." ~,

Al- Imam asy- Syeikh Abul Hasan asy- Syadzili ra berkata :
" Orang yang berakal adalah orang yang dapat memahami apa yang diinginkan Allah swt darinya. Keinginan Allah swt dari seorang hamba adalah:
1. Jika engkau memperoleh nikmat, maka Allah swt mengharuskanmu untuk bersyukur.
2. Jika engkau ditimpa bencana.maka Allah swt Memerintahkanmu untuk bersabar.
3. Jika Allah swt memberimu taufik untuk taat,maka Allah swt memerintahkanmu untuk meyakini bahwa Allah swt lah yang memberi taufik.
4. Jika engkau bermaksiat,maka Allah swt memerintahkanmu untuk bertaubat dan memohon ampun kepada-Nya " ~,

al- Imam asy- Syafi'i ra berkata :
"Cukuplah ilmu itu menjadi keutamaan bagi seseorang. Ia bangga manakala disebut sebagai orang berilmu. Ia juga disebut bodoh manakala meninggalkan bagian dari pengetahuanya dan jika kata bodoh itu ditunjukan kepadanya,tentu ia akan marah." ~,

Source Image:
http://infoagama.info

al- Imam asy- syeikh Abubakar bin Salim ra berkata:
" Tinggalkanlah hal-hal yang tidak ada manfaatnya bagimu dan benahilah dirimu terlebih dahulu." ~,

al-Imam al- Habib Abdullah bin Muhsin al- Attas ra berkata :
" Kunci kesuksesan ada 3 hal,yaitu: menuntut ilmu dan beramal,istiqamah dan bersabar,serta saling menghormati antar sesama makhluk Allah swt." ~,

al-Imam al- Habib Abdullah bin Muhsin al- Attas ra berkata :
" Pemuda yang sejati adalah pemuda yang selalu menggunakan akhlak dan budi pekertinya." ~,

al- Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih ra berkata:
" Hidupkanlah pohon-pohon ke imanam kalian dengan laaillahaillallah." ~,

al- Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih ra berkata:
" Janganlah kalian menggolongkan diri kalian dari orang-orang yang mengharapkan nikmat akhirat tanpa mau beramal."

Sunday, January 13, 2013

Mutiara Terserak dari Kehidupan Para Salaf

MENGAPA DISKUSI PARA SALAF SELALU DILIMPAHI BERKAH, SEDANGKAN DISKUSI KITA MALAH MERENGGANGKAN UKHUWWAH ?
 Amirul Mukminin Umar bin Khattab -radhiyallohu 'anhu- setiap berbeda pendapat dengan seseorang, beliau selalu berkata :

ما حاججت أحداً إلا وتمنيت أن يكون الحق على لسانه
"Tidaklah aku menyampaikan hujjahku kepada seseorang kecuali aku berharap agar kebenaran (al haq) ada pada lisannya (hujjahnya)"
Beginilah tawadhu' nya seseorang yang Rasulullah berkata tentangnya:
"Sesungguhnya Allah telah meletakkan kebenaran (al Haq) pada lisan Umar dan hatinya" (HR. Ahmad dan Imam Hakim dalam Al Mustadrak dan beliau menyatakan hadits ini shahih atas persyaratan Bukhari dan Muslim)
Setiap kali Imam Syafi'i berbeda pendapat dengan orang lain, beliau selalu mengatakan :

ما جادلت أحداً إلا تمنّيت أن يظهِر الله الحق على لسانه دوني 
"TIDAKLAH AKU MENDEBAT SESEORANG KECUALI AKU BERHARAP AGAR ALLAH MENUNJUKKAN KEBENARAN (AL HAQ) DI ATAS LISANNYA, BUKAN LISANKU."
DR. Thariq Suwaidan berkata :
لم أر غروراً أشد من غرور المتدين الذي يعتبر نفسه يتكلم بإسم الشرع بينما الامام الشافعي يقول: ما جادلت أحدا إلا وتمنيت أن يكون الحق على لسانه
"Aku tidak pernah melihat kesembronoan melebihi sembrononya seorang yang mengaku memegang teguh Dien nya yang merasa -hanya- dirinya saja yang berpegang teguh dan berbicara atas nama Syari'ah Islam sedangkan Imam Syafi'i berkata :
"TIDAKLAH AKU MENDEBAT SESEORANG KECUALI AKU BERHARAP AGAR ALLAH MENUNJUKKAN KEBENARAN (AL HAQ) DI ATAS LISANNYA, BUKAN LISANKU"


BEGINI LAH PARA SALAF SALING MENGHORMATI KELEBIHAN MEREKA

يروى أن زيد بن ثابت _ كاتب الوحي _ كان يهم بركوب دابته،
فيقف عبد الله بن عباس _رضي الله عنهما _ بين يديه ويمسك له ركابه ، ويأخذ بزمام دابته .
فقال له زيد :دع عنك يا ابن عم رسول الله
.
فقال ابن عباس : هكذا أُمرنا أن نفعل بعلمائنا
.
فقال له زيد : أرني يدك ، فأخرج ابن عباس يده له ، فمال عليها و قبلها
،
وقال : هكذا أمرنا أن نفعل بأهل بيت نبينا صلى الله عليه وسلم.

Diriwayatkan bahwa Shahabat Zaid bin Tsabit -penulis wahyu Rasulullah- suatu hari hendak menaiki untanya, melihat hal tersebut, shahabat Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthallib -saudara sepupu Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam- segera bergegas mendekati beliau dan memegangi kekang unta beliau.
Zaid bin Tsabit sangat terkejut seraya berkata :
"Lepaskan tanganmu dan biarkan aku melakukannya sendiri wahai anak paman Nabi"
Spontan Abdullah bin Abbas menjawab :
 "DEMIKIANLAH KAMI DIAJARI NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM UNTUK MENGHORMATI AHLI ILMU (ULAMA) KAMI"
(seperti tak mau kalah) Zaid bin Tsabit pun menjawab :
"Ulurkan tanganmu, perlihatkan padaku"
Abdullah bin Abbas segera menjulurkan tangannya ke arah Zaid bin Tsabit. Seketika Zaid bin Tsabit menarik tangan Abdullah bin Abbas dan menciumnya seraya berkata :
DEMIKIAN KAMI DIAJARI NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM UNTUK MENGHORMATI AHLUL BAYT (KELUARGA) NABI KAMI" (Shuwar Min Hayat Ash Shohabah jilid 3/11)

BEGINILAH PARA ULAMA' SALING MENGHARGAI

قال الإمام أحمد بن حنبل: كل حديث لا يعرفه يحيى بن معين فليس بحديث , ها هنا رجل خلقه الله لهذا الشأن، يظهر كذب الكذابين
Imam Ahmad Bin Hanbal -rahimahullah- berkata :
"Setiap hadits yang tidak diketahui oleh Imam Yahya bin Ma'in, maka itu bukan hadits. Beliau lah orang yang Allah ciptakan khusu untuk ilmu ini -ulumul hadits- beliau lah yang akan menyingkap kebohongan para pendusta"
Imam Yahya bin Ma'in telah menulis satu juta hadits dengan tulisan tangan beliau sendiri. Dan setiap satu hadits beliau ulangi sebanyak 50 kali.... !!!!! (Qiymah Az Zaman 'Inda Ahl Ilmi hal 35)
Imam Muhammad Ibnu Siirin, seorang Tabi'in yang masyhur berkata :

إذا بلغك عن أخيك شيء فالتمس له عذرًا ، فإن لم تجد فقل: لعل له عذرًا لا أعرفه
 "Jika sampai kepadamu sebuah berita tentang keburukan saudaramu, maka carilah udzur baginya. Jika kamu tidak mendapatkannya, maka ucapkanlah : "Barangkali ia mempunyai udzur yang aku tidak tahu" (Syu'abil Iman lil Bayhaqi juz 6/323)
تأن ولا تعجل بلومك صاحبًا .. ... .. لعل له عذرًا وأنت تلوم

Berhati-hati lah dan jangan engkau tergesa-gesa mencela saudaramu,
Barangkali ia memiliki udzur namun engkau justru mencela udzurnya itu

وعين الرضا عن كل عيب كليلة
ولكن عين السخط تبدي المساويا
ولست بهياب لمـن لا يهابنـي
ولست أرى للمرء ما لا يرى ليا
فإن تدن مني تدن منك مودتـي
وإن تنأ عني تلقني عنـك نائيـاً

Dan pandangan mata yang penuh ridho akan tumpul melihat aib saudaranya
 Akan tetapi pandangan penuh kedengkian selalu memunculkan keburukan
 Aku tidak akan takut kepada orang yang tidak menakut-nakuti aku
 Aku juga tidak akan melihat kepada orang lain dengan cara yang ia tidak melihatku seperti itu
 Maka jika engkau mendekat padaku, rasa cintaku pun akan mendekat kepadamu
 Namun jika engkau menjauh dariku, niscaya akan engkau dapati aku pun menjauh darimu

MENDAHULUKAN ADAB SEBELUM SIKAP KRITIS
 Syaikhul Islam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah berkata :
 "Rasa hormat saya kepada guru saya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, tidak mengurangi kewajiban saya untuk tetap bersikap kritis terhadap fatwa dan pendapat beliau"
 Ilmu memang memilki derajat yang tinggi di hadapan Allah, namun adab adalah buah nyata dari ilmu itu.
 Sikap kritis terhadap pendapat manusia adalah kewajiban setiap orang yang tidak ingin disebut muqollid (taqlid). Namun adab terhadap ilmu dan ahlul ilmi melebihi tingginya kewajiban untuk bersikap kritis tersebut.
 Para salafus shalih mengajarkan kepada kita betapa adab adalah tanda dalamnya ilmu dan tingginya wara' seseorang dan tawadhu' terhadap ilmu dan adab walaupun itu dimiliki olah orang yang usianya jauh lebih muda darinya .

عَنْ غُضَيْفِ بْنِ الْحَارِثِ أَنَّهُ مَرَّ بِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فَقَالَ نِعْمَ الْفَتَى غُضَيْفٌ. فَلَقِيَهُ أَبُو ذَرٍّ فَقَالَ أَىْ أُخَىَّ اسْتَغْفِرْ لِى. قَالَ أَنْتَ صَاحِبُ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَنْتَ أَحَقُّ أَنْ تَسْتَغْفِرَ لِى. فَقَالَ إِنِّى سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ يَقُولُ نِعْمَ الْفَتَى غُضَيْفٌ. وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ ضَرَبَ بِالْحَقِّ عَلَى لِسَانِ عُمَرَ وَقَلْبِهِ ». قَالَ عَفَّانُ عَلَى لِسَانِ عُمَرَ يَقُولُ بِهِ

Dari Ghudhoif bin Al Harits Radhiyallohu 'Anhu ia bercerita bahwa suatu hari ia lewat di depan Umar Bin Khattab Radhiyallohu 'Anhu, lalu Umar berkata :
 "Sebaik-baik anak muda adalah Ghudhoif".
 Ghudhoif melanjutkan ceritanya :
 "Setelah peristiwa itu aku berjumpa dengan Abu Dzar, beliau berkata kepadaku : "Wahai saudaraku mintakan ampun kepada Allah untukku".
 Ghudhoif menjawab : "Engkau shahabat Rasul yang terpandang, engkau lah yang lebih pantas berdo'a dan memintakan ampun kpd Allah buatku".
 Abu Dzar menjawab : "Sungguh aku mendengar Umar berkata : "Sebaik-baik anak muda adalah Ghudhoif", sedangkan Rasulullah Shollallohu 'alaihi Wasallam : "Sesungguhnya Allah meletakkan kebenaran pada lisan dan hati Umar"
 (HR. Ahmad dan Imam Hakim dalam Al Mustadrak dan beliau menyatakan hadits ini shahih atas persyaratan Bukhari dan Muslim, Muhtashor Tarikh Dimasyq juz 6 hal 247)

ADAB LEBIH DICINTAI PARA SALAF DIBANDING ILMU
 Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam bersabda :

إنما بعثت لأتمم مكارم لأخلاق
"Sesungguhnya aku diutus tidak lain hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia"
Oleh karena itulah para Ulama Salaf lebih mendahulukan adab disbanding ilmu dan mereka amat sangat menjaga adab Islami dalam pikiran, ucapan, dan perbuatan mereka. Berikut beberapa nasehat mereka:
 Imam Ibnul Mubarak berkata :

تعلمت الأدب ثلاثين سنة، وتعلمت العلم عشرين سنة
"Aku belajar adab selama tigapuluh tahun, dan aku belajar ilmu selama duapuluh tahun"

Seorang ulama Salaf menasehati anaknya :

يا بنى لأن تتعلم بابا من الأدب أحب إلى من أن تتعلم سبعين بابا من أبواب العلم
"Wahai anakku, aku lebih suka melihatmu mempelajari satu bab tentang adab dibanding mempelajari tujuh puluh bab tentang ilmu"
Al Mikhlad bin Husain berkata kepada Imam Ibnul Mubarak :

نحن إلى كثير من الأدب أحوج منا إلى كثير من الحديث
"Kita jauh lebih membutuhkan banyaknya adab dibanding banyaknya hadits"
Imam Syafi'i pernah ditanya seseorang tentang bagaimana besarnya keinginan dan kesungguhan beliau untuk belajar dan memahami adab. Beliau menjawab :
أسمع بالحرف منه مما لم أسمعه فتود أعضائى أن لها أسماعا فتنعم به
"Ketika aku mendengarkan satu huruf saja tentang adab yang belum pernah aku dengar sebelumnya, maka aku rasakan seluruh anggota tubuhku menginginkan untuk mempunyai pendengaran sehingga mereka mendengarnya dan mendapatkan nikmatnya adab"
Lalu orang itu bertanya lagi :
"Lalu bagaimana keinginanmu mempelajari adab itu ?"
Beliau –rahimahullah- menjawab:
طلب المرأة المضلة ولدها وليس لها غيره
"Seperti seorang ibu yang sedang mencari anak satu-satunya yang hilang"

Lalu beliau berkata
ليس العلم بما حفظ العلم ما نفع
"Ilmu bukanlah diukur dengan apa yang telah dihafal oleh seseorang, tetpi diukur dengan apa yang bermanfaat bagi dirinya"

Diriwayatkan dari Musa bin Nushair, beliau berkata :
"Aku mendengar Isa bin Hammad menasehati para pelajar ilmu hadits:
تعلموا الحلم قبل العلم
"Pelajarilah kelembutan hati dan kerandahan jiwa sebelum kalian belajar ilmu"
Imam Ibnu Wahab berkata :
ما تعلمت من أدب مالك أفضل من علمه
"Aku lebih mengutamakan belajar adab kepada Imam Malik dibanding belajar ilmu darinya"
Imam Abu Hanifah (Imam Hanafi) berkata :

الحكايات عن العلماء ومجالستهم أحب إلى من كثير من الفقه لأنها آداب القوم وأخلاقهم
"Kisah-kisah tentang kehidupan para ulama dan duduk dalm majlis mereka lebih aku sukai dari mempelajari banyak ilmu, karena kisah-kisah itu penuh dengan ketinggian adab dan akhlak mereka"
Imam Ibnul Mubarak menyusun sebuah syair
أيها الطالب علما ائت حماد بن زيد
فاقتبس علما وحلما ثم قيده بقيد

Wahai para penuntut ilmu, datanglah kepada Imam Hammad bin Zaid
Dan belajarlah ilmu dan kelembutan hati lalu ikatlah dengan pengikat yang kuat
Semua ini disampaikan oleh para ulama salaf di zaman yang umat manusia masih sangat dekat dengan ulama dan ahlul ilmi yang menjaga adab dan ilmu mereka, bagaimana dengan zaman akhir yang kemungkaran dan kebodohan telah merajalela ?

KETEGASAN TIDAK SAMA DENGAN BERSIKAP KASAR DAN KERAS. KARENA KETEGASAN BISA DISAMPAIKAN DENGAN CARA YANG LEMBUT
Sebagaimana ketegasan Musa dan Harun terhadap Fir'aun yang disampaikan melalui kata-kata yang lembut atas perintah Rabb mereka
 "Pergilah kamu beserta saudaramu (Harun) dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku; Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. MAKA BERBICARALAH KAMU BERDUA KEPADANYA DENGAN KATA-KATA YANG LEMAH LEMBUT, MUDAH-MUDAHAN IA INGAT ATAU TAKUT." ( QS Thahaa 42 – 44)
Allah Azza Wa Jalla Berfirman :

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

"Maka disebabkan kasih sayang dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. SEKIRANYA KAMU BERSIKAP KERAS LAGI BERHATI KASAR, TENTULAH MEREKA MENJAUHKAN DIRI DARI SEKELILINGMU. Karena itu maafkanlah -berikan kemudahan dan maklumi, pen- mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya". (QS Ali Imron 159)
Rasulullah -shollallohu 'alaihi wasallam- bersabda :
من يحرم الرفق يحرم الخير
 "Barangsiapa yang mengharamkan dirinya (membenci) sikap lemah lembut maka itu berarti ia menolak kebaikan" (HR. Muslim)
إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَىْءٍ إِلاَّ شَانَهُ

Dari Aisyah Rodhiyallohu 'anha, Rasulullah Bersabda :
"Sesungguhnya tidaklah sifat lemah lembut ada pada suatu tindakan kecuali ia pasti akan membuat tindakan itu indah, dan tidaklah sifat lemah lembut dicabut dari pada suatu tindakan kecuali ia pasti akan membuat tindakan itu cacat." (HR. Muslim)
يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُعْطِى عَلَى الرِّفْقِ مَا لاَ يُعْطِى عَلَى الْعُنْفِ وَمَا لاَ يُعْطِى عَلَى مَا سِوَاهُ

Dari Aisyah Rodhiyallohu 'anha, Rasulullah Bersabda :
"Wahai Aisyah sesungguhnya Allah Maha Lemah lembut dan Mencintai kelemah lembutan, Dia akan memberikan karunianya atas mereka yang bersikap lemah lembut dan tidak memberikannya kepada mereka yang bersikap kasar, serta akan memberikan kepada mereka apa-apa yang tidak Allah Berika kepada selain mereka" (HR. Muslim)
Anas Bin Malik berkata : "Suatu ketika datang seorang Arab Badui dan kencing di pojok Masjid, maka orang-orang datang memarahinya. Seketika Rasulullah -shollallohu 'alaihi wasallam- melarang mereka, setelah orang itu menyelesaikan Rasulullah -shollallohu 'alaihi wasallam-memerintahkan para shahabat untuk mengguyur bekasnya dengan air"
Dalam hadits lain ditambahkan :
"KALIAN TIDAK DIUTUS KECUALI HANYA UNTUK MEMBERIKAN KEMUDAHAN BUKAN MEMBUAT KESULITAN" (HR Bukhari)
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

"Ya Rabb ku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku" ( QS Thahaa 42 – 44)

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ
اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِى تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا

"Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari lemahnya hati dan kemalasan, sifat pengecut, kikir, kepikunan dan dari azab kubur.
Ya Allah limpahkan pada hatiku ketaqwaan kepada-Mu dan sucikanlah ia sesungguhnya Engkau lah sebaik-baik Yang Mensucikan hati. Engkau lah pelindung hatiku dan Yang Paling dicintainya".
"Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari Ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak pernah tenang, nafsu yang tidak pernah merasa puas dan dari do'a yang tidak pernah dikabulkan" (HR Bukhari dan Muslim )
 Andai setiap kita mampu meneladani para salaf –rodhiyallohu 'anhum-.
 Allahumma habbib ilainaa hubba Nabiyyika wa hubba man yuhibbuhu : Ya Allah karuniakanlah kepada kami kecintaan kepada Nabi Mu shollallohu 'alaihi wasallam dan kepada mereka yang mencintainya. Wallohu Jalla Fie 'Ulaahu A'lam.
Oleh: Al Abdul Faqir Ilaa Maghfiroti Robbihil Qodiir Abu Izzuddin Al Hazimi
Bumi Allah 27 Shofar 1434
Source: Fuad Al Hazimi II
(siraaj/arrahmah.com)

Monday, December 31, 2012

Habib Luthfi di PPHM Al-Mahrusiyyah III Mojoroto Kediri

Hadirilah acara Istighosah dan Manaqib Kubro
dalam rangka Haul KH. Imam Yahya Mahrus ke-1
Insya Allah dihadiri :
Masyayekh Lirboyo dan Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan.
http://pustakamuhibbin.blogspot.com/2011/01/manaqib-habib-umar.html
Hari / Tanggal : Sabtu, 5 Januari 2013
Waktu : pukul 19.00 - selesai.
Tempat : di pondok pesantren HM Al Mahrusiyyah III Ngampel Mojoroto Kota Kediri
Source Image : Elangprince

Source : Lirboyo

Monday, December 24, 2012

Fanatikmu yang Mengubur Nama Gurumu

Oleh : Nisrina Saed

Bermasa silam kau bukanlah apa-apa, bertahun dulu kau hanyalah anak ingusan, kerap kali dulu kedua matamu berkaca-kaca, dan tak jarang pula tangisan keras adalah senjata terakhirmu meratapi betapa susahnya belajar merangkai kata, sungguh beratnya awal menghitung angka, benar sulitnya menghafal doa dan bacaan sholat, atau lama terasa bisa mengeja huruf hijaiah dan membaca ayat-ayat al-qur’an.

Namun, dalam kesulitan dan lamanya dirimu merajut semua itu, kau kini bisa rasakan betapa sabar, ulet dan gigihnya gurumu kala mengajarimu, entah itu Ibumu, Bapakmu dan Kakakmu di rumah, Pak Kyai atau Bu Nyai di Mushola, langgar atau surau, Pak Guru atau Bu Guru di Sekolah, Para Tutor di Tempat Kursus, Para Asatidzah di Pesantren atau Ma’had, dan semua yang telah berandil mengajari dan membelajarimu.

Mereka semua adalah gurumu, tak berbilang jasa mereka atasmu, tak terkira harapan baik mereka menggantung di pundakmu, yang telah menjadikanmu bisa mengeja dan membaca, menulis dan berkarya, sholat dan berdoa, yang membuatmu kini bukanlah ingusan lagi, yang merubah kebukan apa-apaanmu menjadi apa-apa, yang membekalimu beragam bekal yang sangat berharga untuk menempuh jalan hidupmu.

Kini kau telah naik mencapai atap, telah banyak tahu akan banyak hal daripada mereka, telah penuhi otakmu dengan beragam maklumat dan ilmu. Tapi, ingatkah dirimu bahwa kau takkan pernah mampu memanjat sampai atap tanpa tangga di depanmu, atau kau takkan duduk di atap selamanya tanpa keterampilan tangan dan kakimu.

Rumah tak mungkin tegak beratap tanpa pondasi batu di bawah tiang penyangganya, ranting berdaun lebat takkan pernah terlambaikan tanpa akar kuat menghujam ke bumi. Kupu-kupu tak bisa terbang meliuk-liuk indah tanpa sayap yang penuh warna warni, dan tupai tak mampu untuk meraih pohon kelapa di depannya tanpa keempat kakinya untuk melompat jauh.

Dan kini kau banyak berguru dan mengaji di halaqah Ustadz-Ustadz kibar, para Masyayikh mu’tabar, membaca, menghafal dan menelaah tulisan dan karya-karya mereka, menimba ilmu dan merujuk setiap permasalahan kepada mereka.

Sungguh semua itu adalah nikmat dan karunia Ilahi yang hanya terberikan bagi mereka yang dikehendaki-Nya, karena masih banyak selain dirimu di luar sana yang berkeinginan sepertimu, tapi Allah belum berkehendak padanya maka menjadi sulitlah terasa bagh mereka untuk berbuat sepertimu.

Tanpa terasa ilmu dan pemahamanmu bertambah, manhaj agama banyak terubah dan terbarui yang dulu masih tersamar, pula tanpa terasa kau mengidolakan Ustadz Fulan dan Syaikh Fulan lebih dari yang lain, mungkin karena manhaj dakwahnya yang bagus, tulisannya yang mengena, banyaknya jamaah kajian yang terpunya, atau keterkenalan nama dan ilmunya di mata manusia.

Sungguh tak tercela perbuatan dan sikapmu itu, tapi menjadi cela kala kau berfanatik dengan salah satu Ustadz Fulan atau Syaikh Fulan, menganggap Ustadz lain atau Syaikh Fulan lain yang tak sefaham atau sependapat dengan gurunya adalah salah, tak bermanhaj, atau tertutup untuk menerima kebenaran lain darinya, antipati untuk menjadi rujukan ilmunya, padahal betapa banyak kebaikan dan kebenaran masih terus tertebarkan dari lisan dan tulisan jemari lembutnya.

Hanya kesalahan setitik darinya, ia teranggap menumpahkan sebotol tinta di atas selembar kertas putihnya, padahal masih banyak tersisa lembaran putih lainnya yang berfaidah untuk dirimu. Tapi, kau tetap menutup mata dan membuang ke tempat sampah tumpukan lembaran itu yang hanya ternoda setitik tinta tanpa tersengaja.

Setiap kamu berbicara ilmu dengan teman dudukmu, kau hanya menyebut menurut pendapat Ustadz Fulan atau Syaikh Fulan, tapi kala temanmu bertutur Ustadz Fulan lain atau Syaikh Fulan lain berkata, seketika terlihat kerutan jidatmu, kecutnya roman mukamu, geliat panas tubuhmu. Itulah ekspresi ketidaksukaan hatimu yang terpancar jelas darimu.

Saat kau membaca kitab, buku atau artikel, pertama yang dilihat adalah nama penulisnya. Kalau penulisnya Ustadz Fulan atau Syaikh Fulan jadilah buku terbuka lembarannya dan mulai terbaca, tapi jika penulisnya Ustadz atau Syaikh Fulan lain, buku itu pun langsung ditaruhnya kembali, atau artikelnya sengaja terlewati.

Kini fanatikmu akan Ustadz atau Syaikh Fulan telah menguburkan nama-nama gurumu yang telah banyak berjasa atasmu bermasa yang lalu. Yang telah mengajarimu iqro, atau dasar bahasa arab dan ilmu agama di Pesantren atau Ma’had, atau siapa saja yang membelajarimu beragam disiplin ilmu yang telah mengantarkanmu untuk menjadi yang seperti sekarang ini.

Mereka tak mengharap imbalan dan doa darimu, tapi dirimulah yang menjadi apa-apa seperti sekarang ini berkat doa dan usaha guru-gurumu dahulu. Namun nama guru-gurumu yang dulu telah terkubur dari doamu dan tak pernah tersebut dalam munajatmu. Kau hanya menyebut dan membanggakan Gurumu yang kini baru kau idolakan, sementara guru-gurumu yang dulu, kini terkecilkan dan tak pernah terbanggakan dalam hidupmu.

Wallohu a’lam bishowab

Source
http://edukasi.kompasiana.com/2012/12/23/fanatikmu-yang-mengubur-nama-gurumu--519089.html

Sunday, December 9, 2012

Abuya Yahya: Perihal Anak Yatim

Ceramah Abuya Yahya (Pengasuh Majelis Ta'lim dan Da'wah al-Bahjah Cirebon) 
Perihal Anak Yatim
Masjid Alawiyyin, Sukorejo - Karangrejo - Tulungagung
6 Desember 2012


6 Poin yang beliau sampaikan kurang lebihnya sbb:
1.    Ana wa kafilul yatimi, ka hataini fil jannati. aku bersama orang yang menjamin kehidupan anak yatim, seperti ini (ibarat dua jari yang berdekatan) dalam surga. Hendaknya menjaga anak yatim, seperti menjaga anak sendiri. Sesungguhnya Allah menciptakan anak yatim bukan karena Allah tak mampu menjaga mereka, Allah menghimbau untuk menyantuni anak yatim, juga bukan berarti Allah tak mampu merawat mereka. Allah menciptakan orang fakir dan anak yatim, bertujuan untuk mengangkat derajat orang-orang yang lebih mampu diantara mereka untuk saling membantu. Dan Allah hendak membukakan pintu rahmat bagi mereka yang bersedia membantu mereka yang fakir dan tidak mampu. 
Tidak ada anjuran khusus menyantuni anak yatim di bulan muharram, dan bulan muharram bukan hari raya anak yatim, akan tetapi juga tidak ada salahnya menyantuni anak yatim di bulan ini. Para ulama mengumpulkan anak yatim di bulan muharram, salah satu tujuannya adalah agar orang yang mampu, dapat melihat dan tersentuh hatinya untuk menjamin bahkan mengambil mereka untuk dijadikan anak asuhnya.
Ketika ada acara santunan anak yatim, Uang santunan anak yatim haram untuk menyewa dekorasi, membayar drumband dll. Kepanitiaan santunan harus memperhatikan hal ini
2.    Menyantuni anak yatim, bukan hanya menjamin kehidupan mereka sampai dewasa namun juga mendidik mereka dengan ilmu agama, mengenalkan mereka kepada Allah dan cinta Rasullulullah. Agar akhlaknya terjaga, ia takut berbuat maksiat, jangan sampai menyantuni anak yatim malah menjadikan murka Allah karena hanya menyediakan biaya tanpa memperhatikan pendidikannya. setidaknya sekolahkan ia di pondok pesantren barang setahun dua tahun. Membimbing mereka menjadi anak yang sholeh, hal itu juga akan menjadikan para penyantunnya mendapat rahmat dan mulia di dunia, dan mendapatkan doa mereka kelak di akhirat.
3.    Allah berkehendak untuk menolong kehidupan hambanya yang berkenan menolong dan menyantuni anak yatim. 
Ketika ada santunan atau ada penghimpunan sumbangan, bila sekiranya tidak ikut berinfak, hendaknya seorang hamba. Setidaknya ikut menyaksikan kegiatan panitia/yayasan tersebut, agar hati menjadi lunak (terenyuh), karena yang sangat berharga dan mahal itu adalah hati yang selalu lunak tersebut. Bila tidak berinfak karena belum mampu, dengan sebab hati yang lunak tersebut, Insyaallah, Allah berkenan membukakan pintu rizki kepadanya.
4.    Mewaspadai setan yang selalu ingin memasukkan hamba Allah ke dalam neraka. Niat awal yang baik bisa jadi terbelokkan. Santunan anak yatim harus dikelola dengan baik. Sedikitpun jangan ikut memakan harta anak yatim, berhati hatilah mengelola harta anak yatim karena harta anak yatim itu haram dimakan oleh selainnya, dan dikelola untuk hal yang lainnya. Memakan sesendok harta anak yatim berarti memakan api neraka.kecuali bila pengelola anak yatim itu juga termasuk orang yang kurang mampu. Dan bila terpaksa harus memakan, itu saja harus makan dengan cara yang makruf. Artinya tidak boleh melebihi kadar pada umumnya, tidak boleh melebihi apa yang dimakan anak yatim tersebut. Bahkan sebagian ulama menyatakan kalau sampai pengelola tersebut suatu saat nanti menjadi orang yang mampu, maka ia berkewajiban mengembalikan harta anak yatim yang pernah ia makan dahulu. Ia tetap menanggung kewajiban berhutang kepada anak yatim tersebut. Namun bila sampai akhir hayat ia ditakdirkan menjadi orang yang kurang mampu maka perbuatan memakan harta anak yatim itu dalam kadar dimaafkan.
Memang mengurusi anak yatim itu dapat membukakan pintu surga seluas-luasnya, namun pengelolaan yang salah dapat menjatuhkan pula ke dalam jurang neraka.
5.    Perihal mengadopsi anak, dalam ijtihad semua madzahib menyatakan bahwa merubah nasab seorang anak itu hukumnya haram mutlak. Sesuai dengan dalil naqli. Terlebih lagi merubah nasab itu bisa berdampak rusaknya waris, mahram dll. Sehingga bila ingin mengadopsi anak yatim, tidak boleh dengan merubah nasabnya. Harus tetap membiarkan nasabnya bersambung kepada ayahnya yang asli. Anak adopsi tetap harus tahu ayahnya yang asli, menceritakan cerita yang sebenarnya kepada mereka di saat mereka semua sudah siap tetap lebih bijak daripada memendam cerita yang sebenarnya.
Jangan merawat anak karena ingin esok nanti dirawat juga oleh sang anak. tidak boleh menggantungkan masa depan/ masa tua kepada anak. namun didiklah anak sesuai dengan perintah Allah, karena Allah. meskipun dia anak yatim, bukan anak kandung, jika dia terdidik dengan benar, ia sendiri akan tahu apa yang mesti diperbuat kepada orang tua angkatnya. Ia akan tahu balas budi kepada orang yang telah membesarkannya. Didiklah ia karena Allah.
6.    Semoga kita semua dijauhkan dari zina beserta muqodimahnya.
Sesungguhnya anak zina itu lebih yatim daripada anak yatim, bila anak yatim ditinggal bapaknya, masih bisa jadi ibunya adalah perempuan yang sholehah. Akan tetapi berbeda dengan anak zina, ia adalah anak yang ditinggal bapaknya dan bisa jadi ibunya adalah perempuan yang tidak baik pula, yang kelak mungkin terjadi, malah akan menjerumuskan anaknya ke jurang kemaksiatan yang serupa. 
Anak zina adalah tetap anak yang masih bersih dan suci, tidak boleh menjatuhkan kesalahan orang tuanya kepada seorang anak. Karena anak zina juga anak yang fitrah. Sungguh hadits palsu (diulang 3 kali) yang mengatakan bahwa anak zina tidak dapat masuk surga sampai 7 keturunan. Sungguh hadits dusta. Sesungguhnya semua anak itu bisa menjadi waliyullah. 
Menyebut anak haram itu dosa, dan mencela orang yang berzina itu dosanya lebih besar daripada berzina itu sendiri. (ilmu menutup aib panjang bahasannya mohon mendengarkan sendiri dari mp3). Sehingga menyikapi anak zina, tutup aib ibunya, sadarkan ia ke dalam jalan yang benar, didik ia agar mempunyai rasa malu, menjadi nilai lebih lagi bila ia tahu cara mendidik anaknya kelak. Sementara untuk anaknya, jangan sampai orang lain tahu bahwa ia adalah anak zina, besarkan hatinya, bahkan dalam akta kelahiran sebisa mungkin jangan sampai tertulis bahwa ia adalah tanpa bapak, atau ia sendiri dan orang lain akan tahu bahwa ia adalah hasil dari zina. Tentunya, akan membuat kecil hati sang anak dan merasa serasa mendapatkan kebolehan untuk melakukan hal maksiat yang serupa suatu saat nanti, karena mendapatkan contoh dari kedua orangtuanya. Sehingga dalam faktanya seharusnya sebisa mungkin diusahakan di dalam akta kelahiran bahwa tercatat ia mempunyai seorang bapak. sehingga lebih memudahkan untuk mendidiknya menuju jalan kebaikan, agama. orang yang ahli agama mengetahui hal ini.
Sungguh termasuk kewajiban selain menyantuni anak yatim, adalah mendidik anak zina. 

dan Untuk sesi tanya jawab tentang ceramah ini masih belum diupload
Menunggu permintaan saja..


Thursday, November 22, 2012

MP3 Tabligh Akbar Lirboyo 2012

TABLIGH AKBAR MUHARRAM 1434 H

1 DESEMBER 2012
SABTU MALAM AHAD
JAM : 18.00 WIB – SELESAI
DI AULA AL-MUKTAMAR LIRBOYO KEDIRI

INSYAALLAH TAUSIYAH OLEH :
  1. HABIB MUHAMMAD AL JUNAID – YAMAN
  2. HABIB THOHIR AL KAFF – TEGAL
  3. HABIB SHOLEH AL JUFRI – SOLO
  4. HABIB JINDAN BIN NOVEL – JAKARTA
  5. HABIB JAMAL BA'AGIL – BATU
  6. HABIB UBAIDILLAH AL HABSYI – SURABAYA
MAJELIS MUWASHOLAH BAINAL ULAMAIL MUSLIMIN
KEDIRI, NGAJUK, MADIUN, NGAWI, PONOROGO, PACITAN, TRENGGALEK, TULUNGAGUNG,
BLITAR
http://lirboyo.net/lirboyo-sukseskan-acara-multaqo-ulama-internasional-ke-vi-majelis-muwasholah-baina-ulamail-muslimin/

Tuesday, September 4, 2012

Shohibul Maulid Simtudduror

Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi Shohibul Shimthu’d-duror, Beliau adalah seorang ulama penyusun Simtudduror , yang mana isi kitab tersebut berupa manaqib tentang rosululloh SAW. Simtudduror selalu di baca oleh para jamaah majlis-majlis taklim dan pada peringatan maulid nabi SAW.


Beliau dilahirkan di Hadramaut, tepatnya di qosam pada hari jumat 24 syawal 1259H.Beliau dibesarkan di bawah asuhan dan pengawasan kedua orang tuanya; ayahandanya, Al-Imam Al-Arif Billah Muhammad bin Husin bin Abdullah Al-Habsyi dan ibundanya; As-Syarifah Alawiyyah binti Husain bin Ahmad Al-Hadi Al-Jufri, yang pada masa itu terkenal sebagai seorang wanita yang solihah yang amat bijaksana. Bagaimanakah masa kecil beliau dan dakwahnya kemudian? Pada usia yang amat muda, Habib Ali Al-Habsyi telah mempelajari dan mengkhatamkan Al-Quran dan berhasil menguasai ilmu-ilmu zahir dan batin sebelum mencapai usia yang biasanya diperlukan untuk itu.
Oleh karenanya, sejak itu, beliau diizinkan oleh para guru dan pendidiknya untuk memberikan ceramah-ceramah dan pengajian- pengajian di hadapan khalayak ramai, sehingga dengan cepat sekali, dia menjadi pusat perhatian dan kekaguman serta memperoleh tempat terhormat di hati setiap orang. Kepadanya diserahkan tampuk kepimpinan tiap majlis ilmu, lembaga pendidikan serta pertemuan- pertemuan besar yang diadakan pada masa itu.
Selanjutnya, beliau melaksanakan tugas-tugas suci yang dipercayakan padanya dengan sebaik-baiknya. Menghidupkan ilmu pengetahuan agama yang sebelumnya banyak dilupakan. Mengumpulkan, mengarahkan dan mendidik para siswa agar menuntut ilmu, di samping membangkitkan semangat mereka dalam mengejar cita-cita yang tinggi dan mulia. Untuk menampung mereka, dibangunnya Masjid “Riyadh” di kota Seiwun (Hadhramaut), pondok- pondok dan asrama-asrama yang diperlengkapi dengan berbagai sarana untuk memenuhi keperluan mereka, termasuk soal makan-minum, sehingga mereka dapat belajar dengan tenang dan tenteram, bebas dari segala pikiran yang mengganggu, khususnya yang bersangkutan dengan keperluan hidup sehari-hari.

Bimbingan dan asuhan beliau seperti ini telah memberinya hasil kepuasan yang tak terhingga dengan menyaksikan banyak sekali di antara murid-muridnya yang berhasil mencapai apa yang dicitakannya, kemudian meneruskan serta menyiarkan ilmu yang telah mereka peroleh, bukan sahaja di daerah Hadhramaut, tetapi tersebar luas di beberapa negeri lainnya – di Afrika dan Asia, termasuk di Indonesia.
Di tempat-tempat itu, mereka mendirikan pusat-pusat dakwah dan penyiaran agama, mereka sendiri menjadi perintis dan pejuang yang gigih, sehingga mendapat tempat terhormat dan disegani di kalangan masyarakat setempat. Pertemuan- pertemuan keagamaan diadakan pada berbagai kesempatan.
Lembaga- lembaga pendidikan dan majlis-majlis ilmu didirikan di banyak tempat, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan dalam ruang lingkup yang luas sekali. Beliau meninggal dunia di kota Seiwun, Hadhramaut, pada hari Ahad 20 Rabi’ul Akhir 1333 H dan meninggalkan beberapa orang putera yang telah memperoleh pendidikan sebaik-baiknya dari beliau sendiri, yang meneruskan cita-cita beliau dalam berdakwah dan menyiarkan agama.
Di antara putera-putera beliau yang dikenal di Indonesia ialah puteranya yang bongsu; Al-Habib Alwi bin Ali Al- Habsyi, pendiri Masjid “Riyadh” di kota Solo (Surakarta). Dia dikenal sebagai peribadi yang amat luhur budi pekertinya, lemah-lembut, sopan- santun, serta ramah-tamah terhadap siapa pun terutama kaum yang lemah, fakir miskin, yatim piatu dan sebagainya. Rumah kediamannya selalu terbuka bagi para tamu dari berbagai golongan dan tidak pernah sepi dari pengajian dan pertemuan- pertemuan keagamaan. Beliau meninggal dunia di kota Palembang pada tanggal 20 Rabi’ul Awal 1373 H dan dimakamkan di kota Surakarta.
Banyak sekali ucapan Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi yang telah dicatat dan dibukukan, di samping tulisan-tulisannya yang berupa pesan-pesan ataupun surat-menyurat dengan para ulama di masa hidupnya, juga dengan keluarga dan sanak kerabat, kawan-kawan serta murid- murid beliau, yang semuanya itu merupakan perbendaharaan ilmu dan hikmah yang tiada habisnya.
Dan di antara karangan beliau yang sangat terkenal dan dibaca pada berbagai kesempatan di mana-mana, termasuk di kota-kota di Indonesia, ialah risalah kecil ini yang berisi kisah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan diberinya judul “Simtud Duror Fi Akhbar Maulid Khairil Basyar wa Ma Lahu min Akhlaq wa Aushaf wa Siyar (Untaian Mutiara Kisah Kelahiran Manusia Utama; Akhlak, Sifat dan Riwayat Hidupnya).
Konon menurut cerita diwajah beliau tepatnya dibawah mata ada garis hitam, garis hitam tersebut adalah bekas linangan air mata yang selalu mengalir saat di mengenang dan mengingat baginda rosululloh SAW, karena rasa sangat cintanya kepada Rosululloh SAW beliau menyusun kitab Simtudduror dengan air mata darah…kerinduan yang begitu memuncak…YA alloh jadikan hamba- hambamu pecinta Rosululloh ..agar bisa memperoleh syafaat dari Rosululloh SAW..Amin

http://apay.mywapblog.com/manaqib-habib-ali-bin-muhammad-al-habsyi.xhtml
Download mp3 di sini
Naskah Maulid di sini

Facebook Comment